Wamensos Tegaskan Sekolah Rakyat Putus Kemiskinan Antargenerasi

4 days ago 4

Jakarta - Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menegaskan Sekolah Rakyat dibangun untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Program tersebut dirancang agar anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak sekaligus memberdayakan orang tua mereka.

"Tujuan Sekolah Rakyat itu dimaksudkan Presiden untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Kalau keluarganya miskin, anaknya kita ambil, negara sekolahkan," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama. Melalui konsep tersebut, pemerintah ingin memastikan siswa mendapat pendidikan, pembinaan karakter, pola makan yang baik, hingga lingkungan belajar yang lebih mendukung.

Menurut Agus Jabo, konsep asrama dipilih karena banyak anak dari keluarga miskin masih menghadapi persoalan lingkungan tempat tinggal dan keterbatasan pemenuhan gizi.

"Kalau sekolah reguler, setelah pulang mereka kembali ke lingkungan yang sanitasinya kurang baik, gizinya kurang, dan itu mempengaruhi perkembangan anak. Karena itu dibuat boarding supaya anak-anak ini benar-benar mendapatkan perhatian penuh," sambungnya.

Saat ini, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat telah beroperasi di berbagai daerah. Jumlah itu melampaui target awal Presiden yang meminta 100 sekolah mulai berjalan pada tahun pertama pelaksanaan program.

Sementara itu, pemerintah masih memanfaatkan berbagai aset milik negara untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Fasilitas yang digunakan meliputi sentra dan balai milik Kementerian Sosial, gedung kementerian lain, hingga aset pemerintah daerah sambil menunggu pembangunan sekolah permanen.

Agus Jabo menegaskan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Proses seleksi dilakukan melalui peninjauan langsung ke rumah calon siswa untuk memastikan program tepat sasaran.

"Tidak ada titipan. Tim akan datang langsung mengecek kondisi keluarga calon siswa. Jadi benar-benar untuk keluarga miskin," tegasnya.

Selain pendidikan gratis, siswa Sekolah Rakyat juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang seperti seragam, asrama, makan tiga kali sehari, laptop, dan perlengkapan sekolah lainnya. Agus Jabo menyebut Presiden ingin anak-anak dari keluarga miskin tetap memperoleh fasilitas terbaik.

Tak hanya fokus pada pendidikan anak, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan bagi orang tua siswa. Kementerian Sosial bersama kementerian dan lembaga lain akan memberikan pelatihan keterampilan, bantuan usaha, hingga perbaikan rumah tidak layak huni agar penanganan kemiskinan dilakukan secara menyeluruh.

"Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan, rumahnya diperbaiki. Jadi penanganannya menyeluruh," imbuhnya.

Agus Jabo pun berharap, dengan keberadaan Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin mampu membangun rasa percaya diri agar memiliki keberanian dan harapan baru untuk masa depan.

"Yang tadinya tidak percaya diri, sekarang mulai berani bicara di depan umum, mulai punya cita-cita. Itu yang paling penting," tutupnya.

Lihat juga Video 'Mengintip Cerita di Balik Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulbar':

(anl/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |