Jakarta -
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyerahkan secara langsung santunan bagi korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Santunan tahap pertama diberikan kepada 23 ahli waris, yakni 21 dari Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dan 2 dari Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang. Masing-masing ahli waris menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta.
"Pada hari ini kami dari Kemensos memberikan santunan kepada para ahli waris korban meninggal dari bencana longsor kemarin. Untuk tahap pertama ini, kita memberikan untuk 21 ahli waris yang ada di Desa Pasirlangu, ditambah dua ahli waris dari Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang," kata Agus Jabo, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total nilai santunan tahap pertama dan bantuan logistik kebencanaan yang disalurkan mencapai Rp1.107.650.450.
Selain menyerahkan bantuan, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, juga meninjau Posko Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos. Ia berinteraksi dan memberikan motivasi kepada 30 anak yang berada di posko pengungsian.
Anak-anak begitu ceria bernyanyi dan menari bersama, ada juga yang mengenakan kostum pantomim dan tampil menghibur.
"Yang semangat ya, jaga kesehatan. Para pendamping yang luar biasa, terimakasih," ujarnya.
Bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, menyebabkan 80 warga hilang. Sebanyak 55 orang telah ditemukan, sementara 25 lainnya masih dalam proses pencarian.
Sementara itu, 75 korban selamat masih mengungsi di GOR Desa Pasirlangu. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, memastikan kebutuhan pengungsi, seperti makanan, pakaian, dan tempat tidur, terpenuhi dengan baik.
"Alhamdulillah tadi sudah kita cek, semuanya baik. Terus kemudian anak-anak yang tadi kita kunjungi juga dalam kondisi yang stabil, tidak tertekan, mereka juga berbahagia," terangnya," terangnya.
Usai meninjau posko pengungsian, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, juga meninjau dapur umum lapangan. Hingga saat ini, dapur umum telah memproduksi 34.960 porsi makanan siap saji bagi korban di pengungsian maupun yang telah dipulangkan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Agus Jabo menyampaikan, setelah masa tanggap darurat berakhir, penanganan akan dilanjutkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk pemulihan pascabencana.
"Nanti setelah tanggap darurat dinyatakan selesai, tentunya Pemkab akan melakukan evaluasi, dan asesmen untuk bisa melakukan proses rehabilitasi dan rekonstruksi," tuturnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Bandung Barat, Ade Zakir Hasim, menyampaikan pemerintah daerah juga memberikan santunan untuk sewa tempat tinggal dan biaya hidup bagi korban yang rumahnya rusak atau terancam longsor.
"Yang pertama, untuk yang (rumahnya) terkena longsor itu kurang lebih 34 rumah ditambah 48 rumah, dan 56 rumah yang terancam. Masing-masing sudah diberikan bantuan untuk mengontrak dan biaya hidup. Sehingga mudah-mudahan kami sudah bisa fokus ke relokasi," kata Ade.
Lebih lanjut, Ade mengucapkan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial atas keterlibatan mereka dalam penanganan bencana di Bandung Barat.
"Kami atas nama pemerintah Kabupaten Bandung Barat, atas nama masyarakat, relawan, dan semua yang terlibat dalam proses pencarian, mengucapkan terima kasih bantuan yang telah diberikan, khususnya dari Kemensos, membuka dapur umum, menyiapkan logistik untuk para penyintas korban longsor, dan juga terhadap relawan," pungkasnya.
(akd/akd)

















































