Wamen LH Jengkel, Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Tontonan Warga

11 hours ago 4

Tangerang -

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, merasa kesal dengan warga yang menonton proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Ia menegaskan bahwa kebakaran ini berbahaya dan tidak sepatutnya dijadikan tontonan.

Awalnya, Kapolresta Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra Waspada, melaporkan kesulitan petugas dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, polisi sulit mengendalikan warga yang berkerumun untuk melihat lokasi kejadian.

"Memang semenjak hari pertama kami bertugas di sini sampai hari kelima ini, banyak masyarakat yang ingin melihat ke sini, Pak Wamen," ucap Indra saat memberikan laporan kepada Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Sabtu (4/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga sekitar TPA beralasan bahwa saat ini merupakan masa liburan, sehingga menonton kebakaran dianggap sebagai aktivitas hiburan.

"Dikarenakan saat ini musim libur, bahkan resistensinya tinggi kepada petugas kami. Mereka justru komplain, 'Pak ini kan hari libur Pak, kalau Bapak ke mal, saya cuma bisa melihat ini'," ujar Indra menirukan keluhan warga.

Meski demikian, Indra mengatakan personelnya akan terus mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat. Polisi pun mendirikan pos pengamanan berlapis agar tidak ada warga yang masuk ke area TPA Jatiwaringin.

"Untuk personel, kami laporkan kepada Pak Wamen, kami sudah memberikan sebanyak empat titik pos pengamanan berlapis. Ada di sebelah kiri dua dan sebelah kanan dua," katanya.

Sementara itu, Wamen LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi agar tidak menjadikan musibah kebakaran tersebut sebagai tontonan.

"Kami mohon masyarakat sekitar agar kebakaran TPA ini tidak menjadi tontonan warga. Ini bukan hiburan, tidak perlu ada yang ditonton," ujar Diaz.

Ia menekankan bahwa kepulan asap dari tumpukan sampah yang terbakar mengandung zat berbahaya. Semakin dekat warga dengan lokasi, semakin tinggi risiko terpapar berbagai penyakit pernapasan hingga ancaman kesehatan jangka panjang.

"Semakin warga mendekat, semakin besar kemungkinan terkena penyakit, termasuk ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan potensi karsinogenik. Tadi saya minta Kapolres untuk memberikan imbauan agar menjauhi area TPA yang sedang mengalami bencana ini," tegas Diaz.

Risiko Ledakan Gas Metana

Diaz menjelaskan bahwa kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki karakteristik yang lebih berbahaya dibandingkan kebakaran lahan gambut. Meski di permukaan api tampak padam, di kedalaman sampah masih tersimpan bara api dan gas metana (CH4) yang mudah meledak.

"Kalau gambut mungkin hanya potensinya terbakar karena tidak ada gas seperti di sini. Kalau di sini bisa lebih eksplosif karena ada kandungan CH4-nya. Jadi penanganannya harus lebih serius, apalagi sekarang ada fenomena El Nino," jelas Diaz.

Berdasarkan hasil analisa thermal drone KLH, area yang terdampak kebakaran saat ini telah mencapai 15 hektare dari total 33 hektare luas TPA.

Sementara data dari mobile monitoring system KLH menunjukkan angka polusi udara (PM 2.5 dan PM 1.0) di lokasi sempat menyentuh level 1.000, jauh melampaui ambang batas sehat di angka 15,5.

"Baku mutu udara yang dikatakan baik itu 15,5, sedangkan sedang berada di angka 15,5-55,5. Jika melewati itu, statusnya tidak sehat dan membahayakan. Angkanya sempat menyentuh 1.000, tetapi tadi malam saya lihat langsung menurun drastis," ucapnya.

Diaz menyebut radius bahaya asap ini mencapai 1,7 hingga 2,1 kilometer, tergantung pada arah angin. Hingga saat ini, kebakaran di TPA Jatiwaringin belum padam sejak Selasa (30/6/2026), sehingga Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat.

(ond/aik)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |