Waka Komisi VII DPR Tanya Data, Menpar Bantah Bali Sepi Wisatawan

2 hours ago 1
Jakarta -

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membantah kabar bahwa Bali sepi dari kunjungan wisatawan. Widiyanti mengatakan kunjungan wisatawan ke Bali masih tinggi sepanjang 2025.

Hal itu disampaikan Widiyanti dalam rapat kerja Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2026). Widiyanti menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mengenai destinasi wisata di Indonesia, yang disampaikan saat rapat kerja, Rabu (21/1).

"Saya melihat statistik, Bu Menteri main statistik, saya juga ngecek statistik. Memang yang namanya peningkatan pariwisata itu Bali ya, Bu Menteri ya. Bali itu meningkat. Ya kan? Berarti dan meningkat dari sebelum pandemi. Jadi angka, jadi dia memang sudah pulih kalau Bali itu, ya kan?" kata Evita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari statistik yang ada saya lihat, 70% daripada wisatawan kita itu hanya dari tiga destinasi, Bali, Kepri (Batam), dan Jakarta. Hanya tiga loh. Tiga destinasi itu sudah mencapai, mengindikasikan 70%. Berarti apa? Berarti kan pembangunan pariwisata di Indonesia ini di tempat lain itu masih ketinggalan, Bu Menteri. Ini PR bagi Kementerian Pariwisata," sambungnya.

Widiyanti pun menjawab hal tersebut saat rapat di Komisi VII DPR yang digelar pada Rabu (3/2/2026). Mulanya, dia mengaku baru dapat menyampaikan terkait data wisatawan lantaran sebelumnya masih dalam pengolahan BPS.

"Data yang telah terbit adalah data Januari hingga November 2025 menggunakan metode mobile positioning data atau MPD yang adalah metode berbasis sinyal telepon seluler di dalam delineasi destinasi pariwisata prioritas (DPP)," kata Widiyanti dalam rapat kerja, Rabu (3/2).

Dia mengatakan kunjungan wisatawan ke Bali tetap signifikan. Data tersebut mencakup periode Januari hingga November 2025.

"Di antara 10 DPP, terbanyak adalah Lombok Gili Tramena," katanya.

"Sekaligus kami luruskan tidak benar bahwa Bali sepi, terlihat kunjungan yang tetap mencapai 12,2 juta kunjungan di Januari hingga November 2025," sambung dia.

Meski begitu, Widiyanti mengakui kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di sejumlah destinasi utama yang telah dikenal luas, serta memiliki konektivitas transportasi yang lebih baik. Namun dia mengatakan pihaknya akan terus berupaya mendorong pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.

"Memang apabila kita lihat kunjungan di tiga destinasi regeneratif jauh melebihi kunjungan ke destinasi pariwisata prioritas karena memang ketiga destinasi ini adalah yang paling dikenal sekaligus memiliki konektivitas yang paling baik sehingga pintu masuk wisatawan memang utamanya dari ketiga destinasi ini," tuturnya.

"Namun upaya kami semua untuk mendorong persebaran wisatawan ke daerah lain juga mulai menunjukkan hasil yang membaik," imbuhnya.

(amw/rfs)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |