Sebuah video memperlihatkan pengendara motor (pemotor) diduga dipukul pemotor Kawasaki Ninja di Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) hingga viral di media sosial (medsos). Polisi turun tangan menyelidiki kasus tersebut.
Dari video yang dilihat detikcom, terlihat korban sedang mengendarai motor dan diikuti pemotor lain yang mengemudikan Kasawasi Ninja berwarna hijau. Tampak pemotor Ninja itu menggeber gas motornya sambil mengikuti korban.
"Sumpah gua ditampol sama orang. Lu ngapa, Bang?" ujar korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya udah video call bokap lu," jawab pemotor Ninja.
"Kenapa? Ya kenapa mukul masalahnya apa?" tanya korban.
"Lu emang gua tampol? Emang kenapa kalau gua tampol?" ucap pemotor Ninja sambil beberapa kali memukul kepala korban.
Korban tidak mengetahui hal yang membuatnya dipukul oleh bang jago pemotor Ninja. Dia kembali bertanya soal apakah dirinya membuat kesalahan sehingga tiba-tiba dipukul di jalanan.
"Ya masalahnya apa, Bang?" tanya korban lagi.
"Buka dulu helm lo, lu nggak kenal sama gua? Ayo," jawab pemotor Ninja dengan nada menantang.
"Gua mau kerja, Bang," jawab korban sambil pergi meninggalkan pelaku.
Polisi telah mengetahui kasus dugaan kekerasan dialami pemotor yang videonya viral di medsos tersebut. Polisi bergerak proaktif dengan mencari pihak korban untuk mendapatkan keterangan terkait dugaan penganiayaan sesama pemotor tersebut.
"Udah (komunikasi ke korban), kan kita kan cari nih, kan gitu. Akhirnya ya udah, orangnya udah di polsek kata Kanit," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Minggu (5/7/2026).
Polisi masih mendalami dugaan penganiayaan yang terjadi. Nurma mengatakan, meski korban belum membuat laporan polisi (LP), Polsek Jagakarsa akan tetap mendalami kasus tersebut.
"Ya kalau memang dia nggak mau laporan tetep kita proses aja," ujarnya.
Nurma mengatakan keterangan dari korban juga akan digunakan untuk tindak lanjut penyelidikan, termasuk mencari sosok bang jago yang diduga melakukan pemukulan. Dia mengatakan data pelaku pemukulan sudah diketahui dan akan diproses lebih lanjut.
"Kita sudah cek TKP, kemudian data orang yang melakukan kan kita sudah kantongin," ucap dia.
(dvp/jbr)

















































