Viral Bekas Halte di Sidoarjo Jadi Tempat Mesum Gay, Kini Disegel Warga

3 days ago 8

Sidoarjo -

Sebuah ruangan bekas halte kereta api di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, viral di media sosial. Ruangan kosong itu diduga kerap dipakai sebagai tempat melakukan perbuatan asusila, termasuk dugaan hubungan sesama jenis.

Pantauan detikJatim di lokasi, Senin (13/7/2026), bangunan berukuran sekitar 5 x 3 meter itu berada di sisi kiri Jalan Raya Gedangan dari arah Surabaya ke Sidoarjo. Kondisinya tampak kumuh dan tidak terawat.

Di sekitar lokasi tampak sejumlah botol bekas yang diduga bekas minuman keras serta beberapa kondom bekas yang telah rusak. Sementara pintu ruangan kini telah dipasangi police line dan ditempeli secarik kertas bertulisan 'Titik terendah manusia adalah suka sesama jenis'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, penyegelan dilakukan pada Minggu (12/7) dini hari. Warga menduga ruangan itu kerap digunakan sebagai tempat melakukan perbuatan asusila.

Salah seorang warga Sidoarjo, Pepi (35), mengatakan penyegelan dilakukan bersama komunitasnya setelah menerima sejumlah laporan dari masyarakat.

"Kami bersama teman-teman komunitas melakukan penutupan dengan memasang police line. Selama ini kami sering menerima laporan dari warga yang mengaku memergoki dua orang sesama jenis berada di dalam ruangan itu. Selain itu, juga ada laporan tempat itu diduga digunakan untuk aktivitas maksiat lain," kata Pepi dilansir detikJatim, Senin (13/7/2026).

Menurut Pepi, informasi yang dia terima menyebutkan orang-orang yang datang ke lokasi diduga membuat janji melalui grup WhatsApp maupun media sosial sebelum bertemu di tempat itu. Namun, hal itu masih sebatas informasi yang didapat dari masyarakat dan belum bisa dipastikan kebenarannya.

Hal senada disampaikan Efendi (40), warga yang kerap berada di warung kopi di seberang Jalan Frontage. Ia mengaku pernah melihat dua pria memasuki ruangan bekas halte tersebut saat hujan deras.

"Waktu itu hujan deras, saya kira mereka hanya berteduh. Tapi karena lama tidak keluar, saya bersama beberapa warga mendekati lokasi. Ternyata mereka sedang melepas celana," ujar Efendi.

Baca selengkapnya di sini.

(dwr/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |