Jakarta -
Fenomena harga plastik naik mulai membuat para pedagang makanan kaki lima khawatir. Kenaikan ini membuat mereka harus menambah pengeluaran untuk modal berdagang.
Salah satunya dirasakan Ipan, pedagang siomai keliling di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Ipan menyebut harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli kantong kresek dan plastik bungkus siomai.
"Iya (naik), kayak ini kresek, tadinya Rp 15 (ribu) jadinya Rp 20 ribu sekarang. Terus ini plastik siomainya yang harga Rp 3.000, sekarang jadi goceng (Rp 5.000)," kata Ipan saat ditemui saat berjualan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada kenaikan harga plastik, Ipan memutuskan tidak menaikkan harga makanannya. Dia mengaku kasihan kepada anak-anak sekolah, yang merupakan mayoritas pembelinya.
Abang--sapaan akrab pembeli ke penjual--siomai biasa berjualan di area SD-SMA yang berada di daerah Duren Tiga. Anak-anak sekolah menjadi konsumen terbanyak.
"Wah kalau makanan mah nggak saya naikin, soalnya kan lihat anak-anak sini (sekolah) juga. Apalagi anak kecil kalau beli cuma Rp 2.000 atau Rp 3.000, masa nggak saya kasih, nggak tega juga kan," katanya.
Meski tak menaikkan harga makanan dagangannya, Ipan menyebut dagangannya masih menghasilkan cuan meski tak sebanyak sebelumnya. Dia berharap para pembeli akan selalu punya rezeki untuk membeli dagangannya.
Pedagang di Jaksel curhat harga plastik naik imbas perang AS-Israel melawan Iran. Kenaikan harga terjadi sejak bulan puasa kemarin. (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)
"Ya semoga aja mereka selalu ada rezekinya. Yang penting dagangan saya aman. Yang penting masih ada untungnya lah biarpun dikit. Alhamdulillah masih (ada untung)," katanya.
Dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan oleh Ratno, pedagang bakso keliling. Ratno mengaku perlu mengeluarkan modal lebih untuk membeli plastik.
"Iya (harga naik), ini plastik aja dari Rp 10 (ribu) jadi Rp 15 (ribu) ya," kata Ratno saat ditemui sedang berjualan di kawasan Pancoran, Jaksel.
Ratno mengaku harga dagangan baksonya tidak naik. Namun, dia melakukan penyesuaian dengan sedikit mengurangi porsi bakso.
"Kalo naik sih nggak ya, Mas. Paling disesuain lagi porsinya, dikit sih nguranginnya juga, nggak banyak," katanya.
(jbr/jbr)

















































