Ulah Bahaya 3 Pemuda Tangerang Lempar Petasan ke Angkot

9 hours ago 5
Jakarta -

Aksi sekelompok pemuda melemparkan petasan kepada sopir angkot di kawasan Kota Tangerang viral di media sosial. Sebanyak 3 pelaku diamankan hingga berujung meminta maaf.

Dirangkum detikcom, Jumat (27/2/2026), dalam video yang beredar, terlihat awalnya beberapa pemuda sedang memegang petasan. Jumlah petasan yang mereka pegang cukup banyak.

Video lainnya memperlihatkan pemuda tersebut kemudian berkeliling menggunakan motor. Mereka lalu melemparkan petasan tersebut ke sebuah angkot yang sedang berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sopir angkot tersebut terlihat kaget saat dilempari petasan. Petasan itu masuk tepat ke dalam angkot di sisi kiri jok sopir. Belakangan diketahui, sekelompok pemuda tersebut melempar petasan ke angkot rute Cikokol-Ciledug di Cipondoh, Tangerang.

3 Orang Diamankan

Polisi bergerak cepat menyelidiki kejadian viral pemuda melemparkan petasan ke sopir angkot di Kota Tangerang. Tiga pelaku diamankan polisi terkait insiden tersebut.

"Kami bergerak cepat menelusuri kebenaran video yang beredar. Setelah dilakukan klarifikasi terhadap korban dan para pelaku, kami memfasilitasi pertemuan guna penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan prinsip hukum dan keadilan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit, dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).

Tiga remaja yang diamankan tersebut masing-masing berinisial DA (20), RDS (16), dan UPY (21). Peristiwa pelemparan petasan sendiri terjadi di angkot rute Cikokol-Ciledug, di Jalan Maulana Hasanudin RT 07 RW 01 Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Selasa (24/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Polisi menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Pelaku Minta Maaf

Kasus tersebut berakhir damai setelah kedua pihak dipertemukan dalam mediasi. Para pelaku akhirnya meminta maaf.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Parikhesit, menjelaskan, setelah video tersebut beredar luas, pihaknya segera melakukan klarifikasi, pendalaman informasi, serta mempertemukan kedua belah pihak.

"Kami bergerak cepat menelusuri kebenaran video yang beredar. Setelah dilakukan klarifikasi terhadap korban dan para pelaku, kami memfasilitasi pertemuan guna penyelesaian secara kekeluargaan dengan tetap mengedepankan prinsip hukum dan keadilan," ujar AKBP Parikhesit, Jumat (27/2/2026).

Dalam forum mediasi tersebut, para pelaku dan keluarganya menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada kedua pengemudi atas tindakan yang telah dilakukan. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Para pelaku menyadari kesalahannya dan telah meminta maaf kepada korban serta masyarakat. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perkara ini secara damai dengan dibuatkan surat kesepakatan bersama," imbuhnya.

(yld/fas)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |