Uji Coba Budaya Kerja Baru, Gus Ipul dan Pejabat Kemensos Semobil Bareng

3 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah mulai melakukan 'Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi' sebagai langkah strategis untuk mendorong perubahan pola kerja dan aktivitas masyarakat yang lebih efisien dan tetap produktif serta bijak dalam menggunakan energi.

Upaya tersebut dipilih sebagai strategi memperkuat fondasi ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan mulai diterapkan Pemerintah pada 1 April 2026.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono beserta seluruh jajaran mulai ujicoba menerapkan budaya kerja baru di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghemat penggunaan kendaraan dinas dan mendorong penggunaan tranportasi umum dan kendaraan listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Pertahanan pada Selasa (2/4/), Gus Ipul, Agus Jabo, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, dan Pejabat Tinggi Madya Kemensos lainnya menggunakan satu mobil dinas yang sama.

Diketahui, Gus Ipul dan rombongan hadir pukul 12.50 WIB di kantor Kemenhan menggunakan mobil minibus jenis hiace berlogo Sekolah Rakyat. Gus Ipul, Agus Jabo, dan Sekjen Kemensos tampak duduk bersama di kursi bagian tengah mobil. Langkah ini merupakan upaya nyata dari komitmen bersama yang telah dibuat sebelumnya.

"Kami juga bersama Pak Wamen, bersama Pak Sekjen dan jajaran Kemensos, melakukan simulasi untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah tentang transformasi maupun juga menganjurkan budaya baru di lingkungan pemerintahan," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Hal itu ia katakan usai memimpin rapat dinas bersama seluruh jajaran Kemensos di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (1/4).

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan meskipun dalam upaya transformasi budaya kerja baru dan gerakan hemat energi, namun harus tetap melakukan hal-hal yang produktif dan tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

"Salah satu yang kita bahas tadi, kita memutuskan hari Jumat, itu nanti akan menjadi WFH penuh untuk seluruh karyawan Kementerian Sosial, dengan tetap memberikan pelayanan-pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Disamping penerapan satu hari WFH, Gus Ipul juga mengajak seluruh pegawai untuk menggunakan transportasi umum maupun sepeda sebagai sarana transportasi ke kantor. Ia meminta agar langkah tersebut dilakukan satu kali dalam seminggu.

"Kita akan mencoba untuk mengajak seluruh karyawan bisa menggunakan transportasi umum menuju ke kantor, atau menggunakan sepeda, atau juga menggunakan mobil listrik, itu yang kita harapkan satu kali dari seminggu di samping WFH," jelasnya.

Selain itu, Gus Ipul menegaskan meskipun WFH, pada prinsipnya, layanan untuk masyarakat tetap berjalan sebagaimana biasanya.

"Untuk yang hari Jumat, kita akan penuh WFH, kecuali Sekolah Rakyat, Poltekesos, command center, sentra, dan balai untuk tetap bisa melayani masyarakat yang memang membutuhkan layanan dari Kementerian Sosial," tegasnya.

(akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |