Perang Dunia kedua tak hanya menyisakan cerita tentang darah dan bom. Ada juga cerita tentang seorang prajurit Jepang yang bersembunyi di hutan Filipina hingga tak tahu bahwa perang sudah berakhir.
Dilansir BBC, prajurit itu bernama Letnan Hiroo Onodo. Onoda direkrut menjadi tentara Jepang pada 1942, ketika ia terpilih untuk pelatihan pertempuran gerilya. Di cabang Futamata dari Sekolah Militer Nakano, pelatihannya menentang instruksi kode medan perang Senjinkun, yang melarang kombatan Jepang untuk ditawan. Para prajurit diinstruksikan untuk mati dalam pertempuran atau melalui pengorbanan diri.
"Anda sama sekali dilarang untuk mati dengan tangan Anda sendiri," katanya seperti yang diceritakan dalam memoarnya tahun 1974 berjudul 'No Surrender: My Thirty-Year War'.
"Dalam keadaan apa pun Anda tidak boleh menyerahkan hidup Anda secara sukarela."
Misi Onoda adalah menghancurkan lapangan terbang Pulau Lubang, Filipina, dan dermaga di dekat pelabuhan, ditambah pesawat atau awak musuh mana pun yang mencoba mendarat. Dia gagal, dan ketika pasukan musuh menguasai pulau itu, dia dan rekan-rekannya mundur ke hutan.
Perang segera berakhir. Namun selebaran yang dijatuhkan di Lubang untuk memberi tahu para prajurit yang tertinggal tentang penyerahan Jepang pada 15 Agustus 1945, dianggap sebagai selebaran palsu oleh Onoda dan tiga prajurit yang tersisa.
Mereka tetap bersembunyi di hutan belantara di antara semut penyengat dan ular. Mereka hidup dengan makanan berupa kulit pisang, kelapa, dan beras curian. Mereka yakin bahwa musuh sedang berusaha membuat mereka kelaparan.
Onoda pun akhirnya tinggal sendirian di hutan. 29 tahun berlalu. Tim pencari berusaha menemukan Onoda. Onoda tak percaya pada tim ini. Foto-foto dari anggota keluarga diyakini Onoda telah dimanipulasi—Onoda tidak menyadari bahwa kampung halamannya telah dibom dan dibangun kembali.
Jet yang terdengar terbang di atas kepala selama Perang Korea (1950–1953) dianggap sebagai serangan balasan Jepang, sementara surat kabar yang dijatuhkan di pulau itu yang memberi tahu mereka sebaliknya dijuluki 'propaganda Yankee'.
Baru Sadar Perang Berakhir Saat Didatangi Komandan
Onoda baru mau keluar hutan setelah mantan komandannya, Mayor Yoshimi Taniguchi, datang langsung ke hutan untuk memberikan perintah resmi menyerah pada 1974. Onoda pun sadar akhirnya Perang Dunia kedua telah berakhir.
Ketika dia kembali ke Jepang pada 1974, Onoda menerima sambutan sebagai pahlawan—dia adalah tentara Jepang asli terakhir yang kembali ke rumah dari perang. Dia lantas menulis buku memoar dan langsung menjadi buku terlaris di Jepang.
Pengalaman hidupnya diceritakan dalam film epik tiga jam karya Arthur Harari, dengan judul 'Onoda: 10,000 Nights in the Jungle'. Film ini meraih pujian dari kritikus film dan menimbulkan kontroversi sejak pemutaran perdananya di Festival Film Cannes pada 2021.
Simak juga Video: Kesaksian Veteran Jepang Atas Kejahatan Unit 731 saat Perang Dunia II
(rdp/imk)

















































