Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) yang gugur akibat serangan bertambah. Dalam sebulan ini, sebanyak 6 orang Pasukan Perdamaian gugur di Lebanon.
Kabar duka disampaikan UNIFIL melalui akun X @UNIFIL_. Praka Rico Pramudia (31), prajurit TNI yang ditugaskan dalam UNIFIL, tutup usia setelah sempat dirawat lantaran terluka parah akibat serangan di Lebanon selatan akhir bulan lalu.
Selain dari Indonesia, Pasukan Perdamaian PBB yang gugur di Lebanon juga ada yang berasal dari Prancis. Dalam sebulan ini, 4 tentara Indonesia dan 2 anggota militer Prancis gugur akibat ketegangan Lebanon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan yang menyasar anggota Pasukan Perdamaian PBB terjadi karena meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB ini dikecam keras oleh sejumlah pihak. Bahkan dapat dianggap sebagai kejahatan perang jika dilakukan secara sengaja.
"Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan resolusi Dewan Keamanan 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian pernyataan UNIFIL di akun X @UNIFIL_, Jumat (24/4/2026).
Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) dari TNI berdiri dekat kendaraan mereka di desa Kfar Kila yang berlokasi di selatan Lebanon, dekat perbatasan dengan Israel. Foto diambil 8 Oktober 2023. (REUTERS/Aziz Taher)
Berikut daftar Pasukan Perdamaian PBB yang gugur akibat serangan di Lebanon:
4 Prajurit TNI Gugur
Sebanyak 4 prajurit TNI gugur akibat serangan di Lebanon selatan akhir bulan lalu. Anggota TNI terakhir yang gugur ialah Praka Rico Pramudia (31).
Praka Riko terluka parah akibat serangan di Lebanon selatan pada Minggu (29/3) malam. UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan rekan Praka Rico Pramudia serta TNI dan Pemerintah serta rakyat Republik Indonesia (RI).
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalan tempatnya bertugas di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," demikian pernyataan UNIFIL.
Pada Minggu (29/3) malam, terjadi serangan ke markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan itu terjadi saat meningkatnya ketegangan antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.
Praka Rico Pramudia (31), prajurit TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), gugur akibat serangan. Dia sempat dirawat usai terluka akibat serangan pada bulan lalu. (dok UNIFIL)
Sehari kemudian, Senin (30/3), PBB mengonfirmasi lagi dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.
Keempat prajurit TNI yang gugur:
1. Praka Farizal Rhomadhon
2. Praka Rico Pramudia
3. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
4. Sertu Muhammad Nur Ikhwan
Empat prajurit TNI terluka:
1. Praka Bayu Prakoso
2. Praka Arif Kurniawan
3. Dua orang prajurit TNI luka akibat ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL pada Senin (30/3) di Bani Hayyan di Lebanon Selatan.
Tiga prajurit TNI gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Pangkat ketiga prajurit dinaikkan dan keluarganya diberikan santunan. (dok TNI AD)
2 Tentara Prancis Gugur
Tentara Prancis yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon juga gugur. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Seorang tentara Prancis kedua meninggal pada hari Rabu akibat luka-lukanya yang diderita dalam penyergapan akhir pekan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dituduhkan kepada Hizbullah," kata Macron, dilansir Aljazeera dan AFP, Rabu (22/4).
Dia menyebut serangan terjadi pada Sabtu (18/4). Tentara Prancis pertama yang gugur teridentifikasi bernama Florian Montorio.
Florian Montorio tewas di tempat imbas serangan di wilayah tersebut. Beberapa hari kemudian, tentara Prancis yang terluka akibat serangan akhirnya tutup usia.
"Seorang penjaga perdamaian Prancis, yang terluka di Lebanon selatan pada hari Sabtu, telah meninggal dunia," kata Macron.
PBB Desak Serangan Dihentikan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas meninggalnya anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Praka Rico Pramudia (31). Antonio mendesak Israel untuk menghentikan serangan.
"Saya sedih mengetahui bahwa seorang lagi penjaga perdamaian Indonesia UNIFIL telah meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru artileri yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan
Israel mengenai posisi @UNIFIL di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL," kata Guterres dalam pernyataannya di media sosial X, Sabtu (25/4).
Guterres juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para korban. Dia turut mendoakan pemulihan bagi para penjaga perdamaian lain yang terluka dalam insiden tersebut.
PBB mencatat, hingga saat ini enam personel UNIFIL di Lebanon telah tewas. Dia pun mendesak agar Israel segera menghentikan serangan ke Lebanon.
"Enam penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lagi mengalami luka serius setelah insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel," ujarnya.
Lihat juga Video Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ini Kata UNIFIL dan Kemlu
(jbr/idh)

















































