Strategi PAM JAYA Penuhi Air Minum Perpipaan 100% pada 2029

12 hours ago 1

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Perumda Air Minum (PAM) JAYA gerak cepat memenuhi layanan air perpipaan 100% pada 2029. Sejumlah langkah disiapkan guna mengejar target itu. Mulai dari pembangunan instalasi pengolahan air, penguatan regulasi, digitalisasi layanan, hingga penjajakan kerja sama dengan mitra internasional.

Salah satu capaian terbaru PAM JAYA adalah pengoperasian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portabel Semanan di Gudang Semanan PAM JAYA, Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat yang diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Rabu (29/4).

IPA Portabel Semanan melayani RT 03 dan RT 10 RW 08 dengan total 295 pelanggan, terdiri atas 202 pelanggan eksisting dan 93 pelanggan baru. Fasilitas ini memiliki kapasitas empat liter per detik dengan memanfaatkan sumber air baku dari Anak Kali Semanan dan Waduk Aseni.

"Ketersediaan air bersih dan berkualitas merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air yang aman, mudah, dan berkelanjutan," ujar Rano saat peresmian.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan air perpipaan, sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap air tanah.

"Dengan akses air yang lebih terjamin, masyarakat diharapkan hidup lebih sehat dan nyaman sekaligus menjaga lingkungan," tandasnya.

Untuk memperluas layanan ke wilayah yang belum terjangkau jaringan utama, PAM JAYA tidak hanya mengandalkan instalasi pengolahan air berskala besar. Perusahaan daerah ini juga mengembangkan IPA komunal atau portabel sebagai solusi sementara sekaligus pelengkap jaringan perpipaan.

Fasilitas serupa telah dibangun di sejumlah lokasi, seperti Penjaringan dan Semanan. IPA komunal umumnya berkapasitas 2-4 liter per detik dan melayani sekitar 400 rumah di wilayah yang belum terjangkau jaringan utama.

Di Semanan, PAM JAYA juga menyiapkan pembangunan reservoir besar bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Fasilitas itu nantinya berkapasitas hingga 24 juta liter secara bertahap.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan, tahap awal pembangunan reservoir Semanan dimulai dengan tampungan delapan juta liter yang ditargetkan selesai Mei 2027.

"Di Semanan juga kami akan bangun reservoir besar bersama Kementerian PU. Nantinya, akan ada 24 juta liter tampungan, tetapi saat ini baru dibangun satu tampungan sebesar delapan juta liter yang akan selesai di bulan Mei 2027," ungkap Arief.

Transformasi Digital dan Penguatan Kelembagaan

Strategi PAM JAYA Penuhi Air Minum Perpipaan 100% pada 2029Foto: Pemprov DKI

Selain memperluas jaringan fisik, PAM JAYA melakukan transformasi digital. Pada pertengahan Januari 2026, Rano meresmikan ERP Fusion PAM JAYA di PAM JAYA Corporate Learning Center, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Fasilitas ini mengintegrasikan data dan proses kerja PAM JAYA ke dalam satu sistem terpadu sehingga pengelolaan layanan lebih efisien, responsif, dan berkelanjutan.

"Ini adalah satu sistem yang mengintegrasikan seluruh proses dan data," ujar Rano.

PAM JAYA juga menghadirkan layanan berbasis kecerdasan buatan melalui AI Call Center. Layanan ini memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait layanan air minum perpipaan di Jakarta.

Menurut Rano, target layanan air perpipaan 100% pada 2029 butuh kesiapan menyeluruh, mulai dari perencanaan, operasional, hingga pelayanan pelanggan.

"Target ini menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari perencanaan, operasional, hingga pelayanan pelanggan yang saling terhubung dan saling menguatkan," paparnya.


Penguatan Regulasi Lewat Ranperda SPAM

Strategi PAM JAYA Penuhi Air Minum Perpipaan 100% pada 2029Foto: Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat sektor air minum melalui Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyediaan Air Minum (Ranperda SPAM).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Ranperda SPAM menjadi landasan untuk menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat atas air minum yang layak.

"Pemenuhannya harus mengutamakan prinsip keadilan, keterjangkauan, dan keberlanjutan melalui layanan publik yang diatur pemerintah daerah. Ranperda ini mengatur para penyelenggara SPAM dengan pembagian kewenangan yang jelas, serta tetap berada dalam pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah," papar Pramono dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin (13/4).

Ranperda SPAM mengatur sejumlah aspek, mulai dari penyelenggaraan layanan, pembagian kewenangan, hak dan kewajiban pelanggan, pengawasan, sanksi, pendanaan, tarif, perizinan, hingga kerja sama.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga menargetkan pengurangan non-revenue water (NRW) atau kehilangan air melalui modernisasi jaringan distribusi, pembentukan district metered area, penguatan sistem pemantauan, penertiban penggunaan ilegal, serta peningkatan pengawasan.

Sementara untuk memperkuat ketahanan air, Pemprov DKI mendorong diversifikasi sumber air baku, seperti pemanfaatan air permukaan, embung dan waduk, desalinasi air laut, serta penggunaan kembali air olahan sesuai standar.

"Pengamanan pasokan lintas wilayah dilakukan melalui kerja sama antardaerah, perlindungan daerah tangkapan air, dan dukungan konservasi wilayah hulu," ujar Pramono.

ia juga menegaskan, Pemprov DKI terus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah secara bertahap melalui perluasan layanan air perpipaan.

"Kewajiban penggunaan air perpipaan akan diberlakukan di wilayah yang telah terjangkau layanan. Langkah ini untuk menekan eksploitasi air tanah, mengendalikan penurunan muka tanah, sekaligus menjaga lingkungan," jelasnya.

Jajaki Kerja Sama Internasional

Di ranah global, PAM JAYA menjajaki kerja sama dengan Bin Zayed International, jaringan usaha Bin Zayed Group yang berbasis di Uni Emirat Arab. Perusahaan ini bergerak di sejumlah sektor, termasuk investasi, konstruksi, infrastruktur, perdagangan, dan real estate. Penjajakan kerja sama ditandai dengan penandatanganan non-disclosure agreement (NDA) di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (27/4).

Dirut PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan kerja sama dengan Bin Zayed International menjadi bagian dari strategi PAM JAYA menjawab tantangan layanan air bersih di Jakarta.

"Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur jelas, pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA menargetkan cakupan layanan air minum 100% di Jakarta," jelasnya.

Menurut Arief, NDA menjadi langkah awal membuka pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci terkait potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Jakarta.

Ia mengatakan, tantangan PAM JAYA tidak hanya terkait perluasan layanan, tetapi juga pengurangan NRW. Tantangan itu semakin kompleks karena Jakarta memiliki kepadatan bangunan tinggi dan jaringan utilitas bawah tanah yang rumit.

"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, serta kebutuhan layanan yang terus meningkat," jelas Arief.

Ia menambahkan penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama berjalan profesional, akuntabel, dan berbasis kajian matang.

"PAM JAYA akan terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta kepentingan warga Jakarta sebagai prioritas utama," ucap Arief.

Selain dengan Bin Zayed Group, PAM JAYA menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak dari Turki dan Swiss guna menjajaki peluang kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung peningkatan operasional serta kualitas layanan air bersih di Jakarta. (akd/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |