Jakarta -
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Penyebab siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), gantung diri terungkap. Pemicunya korban diduga kecewa karena tidak dibelikan buku tulis dan pulpen untuk keperluan sekolah.
Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa, menjelaskan pada malam sebelum kejadian, korban berinisial YBR minta uang kepada ibunya untuk beli buku tulis dan pulpen. Namun, permintaan itu tak bisa dipenuhi ibunya karena kondisi ekonominya yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dion menjelaskan YBR sehari-hari tinggal bersama neneknya. Rumah nenek dan ibunya berada di desa tetangga. Malam sebelum kejadian, YBR menginap di rumah ibunya untuk meminta uang tersebut.
"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," ungkap Dion Roa dilansir detikBali, Selasa (3/2/2026).
Kondisi ekonomi ibu korban disebut memang sulit. Ia harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah korban sudah berpisah sejak sekitar 10 tahun lalu.
"Hidupnya (ibu korban) susah," ujar Dion.
Diketahui, YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1). Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.
"Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis," kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2).
Baca selengkapnya di sini.
(fca/fca)

















































