Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyebut sinyal di Bekasi Timur masih hijau sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyerahkan investigasi ke KNKT.
"Itu kita serahkan kepada KNKT ya untuk hasil dan investigasinya," kata Dudy kepada wartawan di STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2024).
Dudy mengatakan polisi juga turun tangan karena ada korban jiwa. Dia menyerahkan pengusutan tersebut ke polisi.
"Kemudian karena ada korban jiwa, itu kepolisian juga sudah melakukan penyidikan. Nah, itu kami juga serahkan ke kepolisian untuk penyidikannya," tutur Dudy.
Dia mengatakan proses penyelidikan oleh KNKT juga masih berjalan. Belum ada hasil akhir dari penyelidikan KNTK terkait kecelakaan yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia itu.
"Ya masih berlangsung (penyelidikan KNKT), masih berlangsung. Karena ada beberapa hal juga yang masih kami didalami," ucapnya.
Sebelumnya, Soerjanto Tjahjono mengatakan KA Argo Bromo Anggrek, yang kini bernama KA Anggrek, mendapat sinyal hijau saat ada KRL yang berhenti lebih lama di Stasiun Bekasi Timur gara-gara ada taksi tertabrak KRL lain. Dia menyebut hal itu membuat KA Anggrek tetap melaju.
Hal itu disampaikan Soerjanto dalam rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menhub Dudy Purwagandhi, KNKT, hingga KAI terkait tabrakan kereta dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bulan lalu. Dia menyebut saat itu KA Anggrek mendapatkan sinyal hijau ketika melintasi titik J12. KA Anggrek bergerak ke arah timur atau dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur.
Kemudian, pada pukul 20.52.12 WIB, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Ketua Komisi V DPR Lasarus lalu memotong penjelasan Soerjanto. Dia mempertanyakan apakah benar KA Argo Bromo Anggrek mendapatkan sinyal hijau ketika melintas di jalur antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur.
"Sebentar, sebentar, Pak. Kita tidak mencari siapa yang salah Pak ya. Berarti kesimpulan yang didapat oleh KNKT waktu terjadi tabrakan antara kereta dengan mobil, terus bergeraklah kereta Argo Bromo Anggrek dan terjadilah menabrak kereta Commuter Line itu sinyalnya sudah hijau Pak ya?" tanya Lasarus.
"Sinyalnya hijau, Pak," jawab Soerjanto.
Lasarus menyebut seharusnya sinyal jalur tersebut merah karena ada KRL 5568A yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur. KRL menuju Cikarang itu berhenti karena ada kerumunan warga setelah insiden KRL tertemper taksi hijau di jalur arah Jakarta.
"Harusnya merah kan Pak ya? Karena di depan ada obstacle," tutur Lasarus.
"Nanti kami jelaskan berikutnya," timpal Soerjanto.
"Berarti di situ itu kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia bergerak?" tanya Lasarus.
"Maka dia bergerak," jawab Soerjanto.
(ond/haf)


















































