Seskab Ungkap Target 5.000 Jembatan di Berbagai Daerah RI Rampung Akhir 2026

3 hours ago 3

Jakarta -

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan perkembangan pembangunan ribuan jembatan di berbagai daerah di Indonesia yang tengah digencarkan pemerintah. Teddy mengungkapkan target pembangunan sebanyak 5.000 jembatan rampung pada akhir tahun ini.

Dalam unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet dilihat, Kamis (25/6/2026), Setkab membagikan video yang menampilkan progres pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam video itu, terlihat kompilasi penampakan jembatan gantung yang telah dibangun, antara lain Jembatan Sekerak Kiri di Aceh Tamiang, Jembatan Pusar di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel dan Jembatan Kedungrejo di Purwodadi Jateng.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Teddy mengatakan pembangunan ribuan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat untuk memperkuat konektivitas hingga ke daerah-daerah terpencil. Dia menegaskan pembangunan jembatan tak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan juga membuka akses bagi masyarakat yang selama ini terisolasi oleh kondisi geografis.

Menurut Teddy, kehadiran jembatan di wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai dapat mengubah kehidupan masyarakat. Karena itu, Presiden Prabowo mendorong pembangunan jembatan gantung guna mewujudkan konektivitas yang lebih cepat, aman, dan merata hingga ke pelosok Indonesia.

"Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat. Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," ujar Teddy.

Teddy juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan terus dipercepat melalui sinergi antara pemerintah, TNI AD, dan masyarakat setempat. Kehadiran jembatan-jembatan baru itu disebut menjadi solusi bagi wilayah yang selama bertahun-tahun sulit dijangkau akibat kondisi medan dan keterbatasan akses transportasi.

"Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," lanjutnya.

Menurut Teddy, pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung selesai dibangun pada Agustus 2026. Pembangunan, lanjutnya, akan dipercepat hingga mencapai target 5.000 jembatan pada akhir tahun mendatang.

Lebih lanjut, Teddy menuturkan bahwa manfaat pembangunan jembatan gantung dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, kata dia, keberadaan jembatan juga meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan berbagai fasilitas publik lainnya.

"Dengan hadirnya jembatan gantung, anak-anak tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, dan masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas publik dengan lebih mudah dan aman," katanya.

Bagi generasi muda di daerah terpencil, menurut Teddy, jembatan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar sarana penghubung antarwilayah. Infrastruktur tersebut menjadi simbol hadirnya kesempatan yang lebih baik bagi masa depan mereka.

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," pungkasnya.

Tonton juga video "Teddy Disambut Meriah Warga Gorontalo, Prabowo: Yang Presiden Aku"

(fca/yld)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |