Senyum Sehat di Pedalaman Papua: TNI Hadirkan Kemanusiaan di Hari Pahlawan

2 weeks ago 8

INTAN JAYA - Di tengah keheningan pegunungan Intan Jaya, Papua Tengah, prajurit Satgas Yonif 631/Atg membuktikan bahwa panggilan tugas tak hanya sekadar menjaga perbatasan, melainkan juga merajut kebersamaan melalui sentuhan kemanusiaan. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025, sebuah kisah inspiratif terukir di Kampung Sugapa, Distrik Sugapa, pada Kamis (13/11/2025), saat para ksatria dari Pos Komando Taktis (Kotis) Ugimba menggelar aksi pelayanan kesehatan gratis.

Dipimpin langsung oleh Kapten Inf Andry Suwiatmojo, kegiatan ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh warga setempat. Di bawah langit biru yang membentang, masyarakat berbondong-bondong mendatangi pos TNI, tak hanya untuk memeriksakan kesehatan dan mendapatkan obat-obatan, tetapi juga untuk menimba ilmu tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.

Momen ini menjadi bukti nyata bahwa makna kepahlawanan dapat dirasakan dalam tindakan nyata yang menyentuh hati. Para prajurit Satgas 631/Atg hadir bukan dengan derap langkah militeristik semata, melainkan dengan stetoskop di tangan dan ketulusan di dada.

“Kami tidak hanya ditugaskan menjaga keamanan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari masyarakat Papua. Melalui pelayanan kesehatan ini, kami hadir untuk mengobati dengan hati dan menebar semangat kebersamaan, ” ujar Kapten Inf Andry Suwiatmojo, Komandan Pos Kotis Ugimba, dengan nada penuh empati. Ia menambahkan, menjadi pahlawan di masa kini berarti memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sesama, sebuah refleksi mendalam dari semangat Hari Pahlawan.

Senyum dan air mata haru tak terhindarkan dari wajah warga. Bapak Murib (47), salah satu penerima manfaat pengobatan flu dan vitamin, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Terima kasih Komandan Satgas Yonif 631/Atg. Saya lebih sehat sekarang. Tuhan memberkati mereka, ” tuturnya dengan mata berbinar.

Ia mengakui bahwa kehadiran Satgas sangat dinantikan oleh masyarakat di pedalaman yang terisolasi dari fasilitas medis.

“Kami jauh dari rumah sakit. Kalau TNI datang, kami merasa diperhatikan dan tidak sendiri, ” imbuhnya.

Lebih lanjut, tokoh masyarakat Kampung Sugapa, Bapak Yonas Kogoya (58), tak ketinggalan menyampaikan apresiasinya.

“Anak-anak muda sampai orang tua di sini senang sekali. Mereka bantu dengan obat, ajar kami jaga kebersihan, dan selalu ramah. Mereka datang bukan hanya jaga negara, tapi jaga hati rakyat, ” katanya, menggambarkan betapa hangatnya sambutan yang diberikan para prajurit.

Tak hanya dari warga, apresiasi juga datang dari jajaran komando yang lebih tinggi. Panglima Komando Operasi (Koops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan pujian atas langkah kemanusiaan yang ditunjukkan Satgas Yonif 631/Atg. “Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Ini sejalan dengan semangat percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua, ” tegas Mayjen Lucky.

Ia menekankan bahwa prajurit yang mampu menjaga keamanan sekaligus melayani masyarakat adalah wujud pahlawan masa kini. “Mereka berjuang dengan senjata untuk negara, tapi mengobati dengan hati untuk rakyat. Itulah TNI sejati, ” tandasnya.

Pelayanan kesehatan di Sugapa ini menjadi sebuah narasi kuat tentang pengabdian tanpa pamrih TNI di tanah Papua. Di tangan para prajurit Yonif 631/Atg, semangat merah putih menjelma menjadi kasih, kepedulian, dan kerja nyata yang menyentuh setiap sanubari. Di jantung pegunungan Intan Jaya, mereka tak henti menyalakan obor kemanusiaan, memastikan setiap warga Papua dapat merasakan senyum sehat dan dekapan hangat dari negerinya.

“Kami mungkin jauh dari pusat kota, tapi kami dekat dengan hati rakyat, ” tutup Kapten Andry, menyunggingkan senyum tulus yang merefleksikan dedikasi tak terhingga.

(PERS)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |