loading...
Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent melontarkan pernyataan yang bakal mengguncang panggung ekonomi global, atau tepatnya pasar energi. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat ( Menkeu AS ), Scott Bessent melontarkan pernyataan yang bakal mengguncang panggung ekonomi global, atau tepatnya pasar energi . Bessent memprediksi, Selat Hormuz yang merupakan jalur navigasi paling krusial bagi pasokan migas dunia akan menjadi jalur yang 'tak berharga' (worthless) bagi industri minyak dalam waktu dua tahun ke depan.
Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Menteri Keuangan G20 di North Carolina, Bessent secara terbuka menegaskan bahwa ketergantungan dunia pada titik sempit (chokepoint) tersebut akan segera berakhir seiring masifnya pengalihan rute melalui jaringan pipa darat.
Bessent menekankan bahwa Selat Hormuz saat ini bukan lagi titik lemah bagi ketahanan energi Amerika Serikat (AS). Menurut data Energy Information Administration (EIA), impor minyak mentah AS dari negara-negara Teluk Persia telah anjlok ke level terendah dalam kurun 40 tahun terakhir, dimana hanya menyumbang sekitar 7% dari total impor minyak AS akibat melonjaknya produksi domestik dan pasokan dari Kanada.
Selain itu berdasarkan data International Energy Agency (IEA), hampir 34% minyak mentah dunia melintasi Selat Hormuz pada 2025, di mana porsi terbesar mengekor ke pasar Asia. Baca Juga: Peta Minyak Dunia Dirombak Total! Jalur Utama Lumpuh, Negara Importir Menanggung Beban Mahal
"Dalam dua tahun, Selat Hormuz hanya akan menjadi bentangan air yang tak berharga. Minyak akan dialirkan sepenuhnya melalui jaringan pipa melintasi daratan," tegas Bessent dalam wawancaranya bersama Larry Kudlow dari Fox Business.
Pembatasan lalu lintas kapal oleh militer Iran selama lebih dari enam bulan sejak perang melawan AS dan Israel pecah telah memicu lonjakan harga energi di tingkat global. Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak melampaui USD95 per barel, jauh meloncat dari posisi USD72,48 sebelum konflik pecah pada akhir Februari 2026.


















































