MAKASSAR — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) melepas sebanyak 260 mahasiswa untuk mengikuti Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin (05/01).
Kegiatan ini berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 19 Januari 2026, dengan sebaran 36 posko di delapan kecamatan.
PBL 2 FKM Unhas mengusung tema “Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah” sebagai pendekatan pembelajaran lapangan yang menekankan pemetaan potensi komunitas serta identifikasi masalah kesehatan masyarakat secara partisipatif.
Prosesi pelepasan diawali dengan laporan Ketua Pengelola PBL, Dian Saputra Marzuki, S.KM., M.Kes., yang memaparkan teknis pelaksanaan, sebaran lokasi posko, serta fokus pembelajaran PBL 2 berbasis aset komunitas.
Kegiatan kemudian dilepas secara resmi oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D., didampingi para Wakil Dekan dan supervisor dari masing-masing posko.
Dalam sambutannya, Prof. Sukri Palutturi menegaskan bahwa PBL 2 menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan realitas sosial masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya diminta mengidentifikasi masalah kesehatan, tetapi juga memetakan aset dan potensi yang dimiliki masyarakat sebagai dasar perumusan solusi yang realistis dan berkelanjutan, ” ujarnya.
Selama pelaksanaan PBL 2, mahasiswa akan melakukan pemetaan aset komunitas, penetapan prioritas masalah kesehatan, analisis akar masalah, serta penyusunan rekomendasi program berbasis kapasitas lokal. Proses ini akan dilengkapi dengan forum diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) bersama pemangku kepentingan setempat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kemitraan antara FKM Unhas dan Pemerintah Kabupaten Soppeng, perangkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta unsur masyarakat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
FKM Unhas juga menekankan pentingnya pendampingan akademik selama PBL 2 berlangsung. Para supervisor posko akan mengawal proses pembelajaran, menjaga mutu luaran kegiatan, serta memastikan etika kerja lapangan mahasiswa tetap menghormati norma dan dinamika sosial masyarakat setempat.
Melalui sebaran 36 posko di delapan kecamatan, PBL 2 FKM Unhas diharapkan menghasilkan luaran yang terukur, mulai dari peta aset komunitas, rumusan masalah kesehatan prioritas, hingga rancangan solusi berbasis bukti dan partisipasi masyarakat. (via)


















































