SD di NTT Diduga Digusur untuk Kopdes Merah Putih, Menteri Pigai: Tidak Boleh!

3 hours ago 3
Jakarta -

Menteri HAM Natalius Pigai menanggapi ramai kabar SDN di Ende, NTT, diduga hendak digusur untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Pigai melarang hal tersebut.

"Oh itu pasti kita akan tidak boleh. Tidak boleh, maaf ya," kata Pigai kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Pigai menegaskan pentingnya sekolah. Dia menekankan tidak boleh sekolah digusur untuk kepentingan program atau kebijakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penggusuran sekolah koperasi di daerah, gini, gini, penggusuran sekolah itu, sekolah itu penting. Sekolah itu sangat penting sehingga karena ada program, karena ada kebijakan, kemudian konversi dari sekolah menjadi program-program pembangunan, tidak boleh," ucap dia.

Ia mengatakan pendidikan juga merupakan aspek yang penting untuk bangsa. Dia kembali menekankan tidak boleh sekolah digantikan dengan program lainnya.

"Karena kebutuhan sangat penting bagi bangsa Indonesia adalah aspek pendidikan. Saya tidak tahu di mana, saya juga belum tahu informasi itu. Tapi kan itu isu. Walaupun isu saya harus menjawab bahwa tidak boleh konversi hal yang menjadi esensi penting dalam pembangunan negara yaitu bidang pendidikan," ujar dia.

Pigai juga akan meminta jajarannya mengecek kebenaran isi tersebut. "Ya pasti (ditelusuri). Kalau kasih data, saya akan perintahkan kantor wilayah untuk cek. Tidak boleh," imbuh dia.

Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas sebelumnya sudah memberikan klarifikasi terkait ramai kabar SDN di Ende, NTT, hendak digusur untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Dia menepis kabar tersebut.

Hal itu disampaikan Muhammad Nas dalam acara pertemuan dengan media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).

"Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. Sekolah itu, ulangi, (KDMP) dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah," kata dia.

Kemudian, ketika alat berat bermanuver, mengenai tiang sekolah. Kemudian tiang tersebut digeser sementara untuk diperbaiki kembali.

"Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon durian orang, katanya sebesar jempol kaki, ibu ini marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu diklip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ," jelasnya.

(maa/fca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |