PUNCAK - Di tengah hamparan pegunungan Papua Tengah, semangat pengabdian TNI untuk rakyat terus membara. Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat perbatasan melalui inisiatif unik: Program Pastoor, atau Pelayanan Kesehatan Door to Door.
Selasa (6/1/2026), personel Satgas dari Pos Ambobera tak kenal lelah mendatangi langsung kediaman warga di Kampung Ambobera, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Dipimpin oleh Serda Julius, tim kesehatan ini secara proaktif menjangkau mereka yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan tradisional, terutama anak-anak, lansia, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.

Pemeriksaan kesehatan umum, penanganan keluhan ringan, hingga pembagian obat-obatan dasar menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap kunjungan. Sambutan hangat dan antusiasme warga menjadi bukti nyata betapa kehadiran prajurit TNI sangat dinantikan dan diapresiasi.
Letda Inf Gaol, Komandan Pos Ambobera, menjelaskan bahwa Program Pastoor bukan sekadar program, melainkan cerminan kepedulian mendalam TNI terhadap kesehatan warganya. “Kesehatan adalah fondasi utama kualitas hidup. Kami ingin pastikan setiap warga Ambobera mendapatkan perhatian kesehatan yang layak, dan ini akan terus kami jalankan sebagai wujud pengabdian tanpa henti, ” tegasnya.
Pengalaman Mama Meta, salah seorang warga Ambobera, menggambarkan betapa berharganya pelayanan ini. “Senang sekali bapak-bapak TNI datang langsung ke rumah kami, memeriksa kesehatan kami, dan memberikan obat gratis. Dulu kalau sakit ringan kami bingung harus ke mana, tapi sekarang kami merasa benar-benar diperhatikan, ” tuturnya penuh haru.
Melalui Program Pastoor, Satgas Yonif 732/Banau membuktikan bahwa peran TNI melampaui sekadar menjaga kedaulatan perbatasan. Mereka hadir sebagai mitra sejati masyarakat, bahu-membahu meningkatkan taraf hidup dan kesehatan warga di pelosok negeri, khususnya di wilayah terpencil Papua.


















































