PUNCAK - Di tengah kehangatan pegunungan Papua, Pos Angengen, Distrik Yugumuak, Kabupaten Puncak, menjadi saksi bisu pengabdian tanpa batas. Para prajurit dari Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, melainkan juga sebagai tangan yang menyembuhkan, menebar kasih melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat. Kamis (13/11/2025).
Sejak mentari pagi menyapa, wajah-wajah penuh harap berdatangan. Anak-anak riang bergandengan tangan dengan orang tua, sebagian harus menempuh perjalanan panjang demi merasakan sentuhan hangat para prajurit Ksatria Jaya yang siap memberikan pemeriksaan dan obat-obatan. Momen ini sungguh menyentuh, menunjukkan betapa besar kerinduan warga akan akses kesehatan yang lebih baik.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kehidupan. Lewat pelayanan kesehatan ini, kami ingin berbagi kasih dan menumbuhkan semangat kebersamaan serta cinta tanah air, ” ujar Komandan Pos Angengen, Kapten Inf Sahrul Rozi, dengan tulus. Ia menambahkan, kehadiran mereka di tanah Papua lebih dari sekadar tugas militer, melainkan sebuah misi kemanusiaan demi memastikan masyarakat hidup sehat, aman, dan merasa diperhatikan oleh negara.
Senyum haru terpancar dari wajah Bapak Yulius Wandagau (48), seorang tokoh masyarakat Kampung Angengen. “Kami sangat senang dan berterima kasih. Prajurit TNI datang bukan hanya bawa senjata, tapi bawa obat dan hati yang baik. Banyak warga di sini susah ke puskesmas karena jauh, jadi pelayanan seperti ini sangat membantu kami, ” tuturnya penuh syukur.
Bapak Yulius melanjutkan, kegiatan ini telah menumbuhkan bukan hanya kepercayaan, namun juga kedekatan yang erat. “Anak-anak senang, orang tua bahagia, kami merasa TNI itu saudara kami sendiri, ” katanya, menggambarkan kehangatan yang tercipta.
Tim kesehatan dari Satgas dengan sigap menangani puluhan warga yang mengeluhkan berbagai penyakit, mulai dari demam, luka infeksi, hingga gangguan pernapasan yang disebabkan oleh dinginnya cuaca ekstrem. Setiap pasien diperiksa dengan teliti, dan setiap kebutuhan akan obat-obatan terpenuhi.
Momen sederhana namun penuh makna terjadi saat anak-anak menerima vitamin sambil bercanda dengan para prajurit. Tawa riang mereka menjadi pengingat bahwa di balik medan yang berat, semangat persatuan dan kemanusiaan terus hidup, mempersatukan hati.
Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya terus membuktikan komitmennya untuk hadir membawa cahaya pengabdian dan kasih di Tanah Papua. Di setiap langkah para prajurit, semangat Merah Putih berkobar, tidak hanya di udara, tetapi juga meresap dalam hati masyarakat yang merasakan langsung sentuhan kemanusiaan dari para penjaga bangsa.
“Bagi kami, senyum masyarakat adalah penghargaan tertinggi. Itulah makna sejati pengabdian seorang prajurit, ” tutup Kapten Sahrul Rozi, dengan tatapan mata yang penuh keyakinan.
(PERS)

















































