Satgas PRR Kebut Pembangunan Huntap, Diharap Pacu Ekonomi Daerah

1 day ago 4

Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) Sumatera mendorong pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Proyek pemulihan ini difokuskan di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pembangunan ini tidak hanya mempercepat pemulihan tempat tinggal penyintas, tetapi juga memberi manfaat ekonomi. Proyek berskala besar ini diharapkan membuka kesempatan kerja, menggerakkan usaha bahan bangunan, dan memperkuat rantai pasok lokal.

Rencana pembangunan Huntap di tiga provinsi berdampak mencapai 46.521 unit. Pendataan sementara secara By Name By Address (BNBA) telah mencatat 33.929 keluarga penerima manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah tersebut terdiri atas 8.714 keluarga untuk skema In Situ dan 8.627 keluarga skema Ex Situ Mandiri. Selain itu, terdapat 16.588 keluarga penerima untuk skema Ex Situ Komunal.

Pembangunan Huntap In Situ dan Ex Situ Mandiri ditangani langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, Huntap Ex Situ Komunal ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kemen-PKP) bersama pemerintah daerah dan mitra.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan proyek Huntap harus memberikan dampak berganda bagi daerah. Pemerintah mengutamakan penggunaan produk dalam negeri, termasuk material dari wilayah terdampak yang memenuhi standar kualitas.

"Kalau barang-barangnya bisa berasal dari Aceh, Sumatera Utara, atau Sumatera Barat, usahakan digunakan selama memenuhi aturan dan kualitas. Jangan ragu-ragu, supaya ekonomi rakyat juga bisa bergerak," ujar Maruarar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).

Maruarar mengungkapkan desain Huntap akan memanfaatkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dari Semen Indonesia Group. RISHA merupakan teknologi konstruksi modular dengan komponen beton pracetak bersistem bongkar pasang..

Sementara itu, BIP menggunakan bata berdimensi presisi dengan mekanisme saling mengunci. Kedua teknologi ini mempercepat pembangunan sekaligus memenuhi aspek ketahanan bangunan pascabencana.

Kemen-PKP saat ini telah menyiapkan sejumlah paket tender untuk pembangunan Huntap. Proyek konstruksi pemulihan ini diproyeksikan mulai berjalan pada September 2026.

Khusus Huntap Ex Situ Komunal pada 2026, pembangunan ditargetkan mencapai 7.952 unit. Lahan telah dipetakan pada 54 lokasi dengan luas 198,21 hektare dan berkapasitas 7.973 unit.

Rinciannya meliputi 6.220 unit di 45 lokasi Aceh dan 919 unit di empat lokasi Sumatera Utara. Selanjutnya, terdapat 813 unit di lima lokasi wilayah Sumatera Barat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menilai penggunaan RISHA dan BIP sangat tepat. Hal ini memberikan peluang percepatan pekerjaan selama lahan dan dukungan dasar tela tersedia.

Pembangunan Huntap dalam Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana diproyeksikan rambung seluruhnya pada 2027. Tito menekankan pentingnya penyelesaian proyek ini untuk memberi kepastian tempat tinggal.

"Yang belum terlaksana (pembangunan huntap) diprogramkan tahun ini, paling lambat tahun depan. (Hal ini) untuk kepastian masyarakat supaya tidak terlalu lama di huntara (hunian sementara)," kata Tito.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |