Pramono Koordinasi TNI-Polri Jaga Menteng Kondusif Usai Bentrokan Maut

6 hours ago 3
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri menyusul bentrokan maut antarwarga yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Langkah itu dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Jadi kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, Pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga ini agar kondusif. Karena tagline Jaga Jakarta ini memang kita gunakan bersama dan saya yakin mudah-mudahan sekarang ini yang di lapangan sudah mulai tenang, tidak tersulut lagi dengan hal-hal yang berkembang yang terjadi karena disinformasi," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).

Pramono mengatakan Pemprov DKI juga telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda agar konflik tidak meluas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ujarnya.

Menurut Pramono, penanganan kasus bentrokan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia berharap proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Pemerintah Jakarta sepenuhnya menaruh harapan setinggi mungkin kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, melakukan penyelidikan, penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ucapnya.

Pramono juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing provokasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia meminta warga ikut menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

"Sebagai Gubernur Jakarta saya menghimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," katanya.

Pramono kembali mengajak seluruh warga menjaga kondusivitas Ibu Kota melalui semangat Jaga Jakarta.

"Sekali lagi saya mengajak, seperti hal yang selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," pungkasnya.

(bel/maa)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |