PUNCAK JAYA - Di tengah selubung kabut yang kerap menyelimuti keagungan pegunungan Papua Pegunungan, prajurit Satuan Tugas Batalyon Infanteri 613/Raja Alam (Yonif 613/Raja Alam) tak gentar menerjang keterisolasian. Misi kemanusiaan mereka membawa sentuhan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di pedalaman Puncak Jaya, Kamis (1/1/2025), sebuah upaya yang merangkul jiwa-jiwa yang terdampak minimnya akses medis. Perjalanan ini bukan sekadar melintasi medan, melainkan sebuah penjelajahan penuh dedikasi.
Dengan langkah mantap menyusuri hutan lebat yang rimbun, menaklukkan tanjakan curam yang menguji stamina, serta melalui jalur yang hanya bisa ditempuh dengan kekuatan fisik semata, para prajurit Satgas Mobile memanggul perlengkapan medis sederhana di punggung mereka. Beban di pundak itu terbayarkan oleh harapan besar untuk menjangkau kampung-kampung terpencil di lereng pegunungan, yang selama ini seakan terabaikan dari jangkauan pelayanan kesehatan.
Setibanya di lokasi, sambutan hangat dari warga menyelimuti kedatangan para prajurit TNI. Sebuah honai sederhana disulap menjadi posko pemeriksaan darurat, tempat para medis beraksi. Mereka dengan telaten memeriksa kondisi kesehatan warga, membersihkan luka-luka yang mungkin menganga, mendistribusikan obat-obatan esensial dan vitamin, serta tak lupa berbagi pengetahuan dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Komandan TK Balinggup, Lettu Inf Neto Fernandez, menegaskan esensi dari kegiatan mulia ini. Ia memandang pelayanan kesehatan sebagai perpanjangan tugas kemanusiaan TNI di wilayah penugasan yang penuh tantangan.
“Kami hadir tidak hanya untuk menjalankan kewajiban pengamanan, tetapi yang lebih utama adalah memastikan keberlangsungan kesehatan masyarakat. Kesehatan warga adalah pilar kokoh bagi ketahanan sebuah bangsa. Selama napas masih berhembus dan kekuatan masih ada, Satgas Yonif 613/Raja Alam akan senantiasa hadir untuk mengulurkan tangan membantu masyarakat di pelosok Papua, ” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Manfaat nyata dari kehadiran prajurit TNI ini dirasakan langsung oleh denyut nadi kehidupan warga setempat. Mama Yola Wonda, salah seorang ibu dari Kampung Balinggup, tak bisa menyembunyikan rasa syukur yang meluap dari hatinya atas uluran tangan kesehatan yang diberikan.
“Sungguh, kami sangat bersyukur. Sudah begitu lama masyarakat di sini berjuang keras untuk sekadar mendapatkan pengobatan. Kehadiran bapak-bapak TNI ini sungguh menjadi penyelamat dan membangkitkan kembali harapan di hati kami, ” tuturnya dengan suara bergetar.
Lebih dari sekadar memberikan bantuan medis, kegiatan ini telah menorehkan jejak mendalam dalam memperkuat rasa saling percaya dan merajut ikatan emosional yang kuat antara TNI dan masyarakat. Di tengah segala keterbatasan fasilitas dan beratnya medan alam Papua Pegunungan yang menantang, kepedulian tulus dari prajurit Yonif 613/Raja Alam menjadi bukti nyata bahwa negara hadir, bahkan di titik terjauh negerinya.
Melalui aksi kemanusiaan yang menyentuh ini, TNI kembali menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk terus menjangkau daerah-daerah yang terisolasi, menyebarkan harapan, serta menjadi katalisator terwujudnya masa depan masyarakat Papua Pegunungan yang lebih sehat dan berdaya saing.


















































