Prabowo Gaungkan Free Palestine di Momen 100 Tahun Ponpes Gontor

4 hours ago 3

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mendapat sorban dari Duta Besar Palestina saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Prabowo mengaku prihatin dengan kondisi Palestina yang mengalami pembantaian hingga pengeboman hingga saat ini.

Mulanya, Prabowo menyapa para tamu undangan yang hadir. Salah satunya Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Al-Sattari.

"Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, Duta Besar Palestina," kata Prabowo dalam sambutannya, Sabtu (19/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat disapa Prabowo, Abdalfatah tampak berdiri. Abdalfatah kemudian menunjukkan sorban dan ingin memberikannya kepada Prabowo.

Abdalfatah kemudian menghampiri Prabowo. Tampak Prabowo menerima kalungan sorban Palestina.

Prabowo lalu melanjutkan sapaannya. Dalam pidatonya, dia mengaku teringat dengan kondisi masyarakat Palestina.

"Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi dorongan bagi Indonesia untuk terus memperkuat bangsa. Dia mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan santri untuk mendorong generasi muda belajar dengan sungguh-sungguh.

"Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," ujarya.

Dia mengatakan bangsa Indonesia harus belajar dari sejarah. Hal itu, agar tidak ada yang melihat kelemahan dan kekurangan bangsa.

"Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri," ujarnya.

"Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun!" sambungnya.

Dia mengatakan bangsa Indonesia harus kuat. Menurutnya, jika Indonesia kuat maka bisa membantu bangsa-bangsa lain.

"Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu," tuturnya.

(amw/dhn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |