Polisi Tangkap Bendahara Bandar Narkoba Ko Erwin di Mataram

8 hours ago 3

Jakarta -

Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap Ais Setiawati (AS) yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus peredaran narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB). AS diketahui bendahara bandar narkoba Ko Erwin.

Direktur Reserse Narkoba Polda NTB, Kombes Roman Elhaj mengatakan, Ais ditangkap di Mataram, NTB pada Kamis (26/2). Penangkapan Ais bertepatan dengan penangkapan bandarnya Ko Erwin di Tanjung Balau, Sumatra Utara.

"Salah satu DPO-nya juga sudah kita tangkap atas nama Ais selaku bendahara, kita tangkap di Mataram. Jadi Bareskrim tangkap Koko Erwin kemarin di Sumut, dekat dengan perbatasan Malaysia. Kita amankan satu lagi DPO di Mataram" kata Roman di kepada wartawan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roman mengungkap Ais selama ini menerima hasil penjualan dari tersangka AN, yang merupakan istri dari Bripka IR.Ais, kata dia, juga pernah bertemu dengan eksKasatresnarkoba Polres BimaAKP Malaungi yang juga menjadi tersangka dalam perkara ini.

"Betul (Ais sempat bertemu Malaungi) di Hotel Marina Inn di Bima itu kan ada Koko Erwin, ada Malaungi, ada Ais, sama Anita," jelas Roman.

Ais ditangkap saat sedang bersembunyi di sebuah kontrakan di Kota Mataram. "Dia lagi sendiri di situ, kemudiam tanpa perlawanan ditangkap," ujar Roman.

Setelah ditangkap, Ais langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Polisi akan mendalami aliran uang dalam jaringan ini.

"Memang kita belum dapat rekening di Ais ini. Nanti dari AN lagi kita periksa ke rekening mana dia transfer," imbuh Roman.

"Saya tanya yang bersangkutan rekeningnya nggak ada semua 'nggak ada pak, saya nggak bawa buku tabungan' (kata Ais). Biasa, dia kan sempat kabur dulu, pasti dibuang, disembunyikan," sambungnya.

Diketahui, total terdapat enam tersangka dari klaster peredaran narkoba dari Polda NTB yang dibawa ke Bareskrim Polri untuk diperiksa hari ini. Mereka adalah YI, HR, AN, IR, Malaungi dan Ais. Mereka akan diperiksa secara konfrontir, termasuk dengan Ko Erwin.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan pemeriksaan langsung digelar usai penangkapan Ko Erwin.

"Sekarang ada di pemeriksaan Bareskrim untuk konfrontir masing-masing kesaksian," kata Eko.

Pada pemeriksaan kali imi penyidik akan mendalami jaringan peredaran narkoba itu. Termasuk soal besaran dana yang disetorkan dari Ko Erwin kepada Malaungi.

"Inikan simpang siur ya, semua ngomong versinya masing-masing. Ini saya konfrontirkan, ditemukan. Kamu ngomong begini, ini ngomong gini, akhirnya yang benar yang mana? Nah itu dikuatkan oleh alat bukti. Jangan cuma keterangan saja," pungkasnya.

Eko belum membeberkan lebih jauh mengenai pemeriksaan hari ini. Dia mengatakan hasil pemeriksaan lengkapnya akan diumumkan dalam konferensi pers yang rencananya digelar pekan depan.

Tonton juga video "Buron Bandar Sabu Ko Erwin Tiba di Bareskrim dengan Kaki Tertembak"

(ond/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |