PLN EPI Dorong Standardisasi Biomassa, Efisiensi Rantai Pasok Jadi Penentu

8 hours ago 3

loading...

PLN EPI menegaskan keberhasilan program co-firing biomassa pada PLTU ditentukan oleh efisiensi rantai pasok. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bahwa keberhasilan program co-firing biomassa pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ditentukan oleh efisiensi rantai pasok, standardisasi kualitas bahan bakar, dan infrastruktur pengolahan yang andal. Langkah ini menjadi strategi utama perusahaan untuk mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara bertahap.

"Sekitar 90% pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan energi fosil. Karena itu, kami terus memperluas pemanfaatan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara untuk mendukung agenda dekarbonisasi dan pencapaian Net Zero Emissions," ujar Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangan pers, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan

Hokkop menjelaskan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam simposium inovasi material kehutanan yang diselenggarakan Indonesia Research Institute. Menurutnya, PLN EPI bertugas mengamankan pasokan energi primer bagi sekitar 200 unit PLTU di 52 lokasi, 200 unit PLTG/PLTGU/PLTMG, serta hampir 800 unit PLTD di seluruh Indonesia.

Seluruh bahan baku biomassa yang digunakan dipastikan berasal dari residu industri kehutanan, perkebunan, dan pertanian, sehingga tidak bersumber dari aktivitas deforestasi. Pendekatan ekonomi sirkular ini memanfaatkan limbah yang sebelumnya tak bernilai ekonomis untuk memberikan nilai tambah bagi sektor hulu tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Secara kumulatif sepanjang 2023–2026, realisasi penyediaan biomassa telah mencapai 4,77 juta ton, yang didominasi sawdust (54,6%) dan woodchip (22,4%). Pada 2025, pasokan sebesar 2,35 juta ton berhasil menekan emisi hingga 2,72 juta ton CO₂e, dan target penyaluran diproyeksikan meningkat menjadi 3,65 juta ton pada 2026 serta 4,07 juta ton pada 2027.

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |