PKS Setuju Surya Paloh soal Pemilu Sportif: Di Atas Aturan Ada Etika-Kejujuran

4 days ago 11

Jakarta -

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, sepakat dengan pernyataan Ketum Partai NasDem Surya Paloh yang tak mempersoalkan model Pemilu 2029 selama berlangsung sportif. Mardani menilai Surya Paloh sosok yang bijak.

"Pak SP (Surya Paloh) orang bijak. Beliau sudah banyak makan asam garam pengalaman dalam dunia politik. Sebagian besar malah mengorbankan ekonominya," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Mardani menilai pendapat Surya Paloh memiliki makna yang mendalam tentang integritas, kejujuran, dan kedewasaan dalam berpolitik. Menurutnya, orang-orang berjiwa besar yang bisa membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pernyataan Pak SP jadi pengingat untuk semua bahwa di atas aturan ada moral, ada etika, dan ada kejujuran," ucapnya.

Pernyataan Surya Paloh

Seperti diketahui, Surya Paloh merespons pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang hingga kini masih berlanjut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan apa pun model pemilihan atau sistem pemilu mendatang, selama kompetisi berlangsung secara sportif.

Menurut Paloh, hal terpenting dari RUU Pemilu yang sedang dibahas adalah kemampuannya meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu itu sendiri. Selain itu, ia berharap Pemilu 2029 dapat berlangsung lebih demokratis.

"Saya pikir yang paling penting adalah bagaimana agar pemilu ini lebih mampu meningkatkan kualitas dari pemilu itu sendiri. Itu yang paling pokok. Bukan hanya persyaratan legalitas formal bahwa kita menghasilkan pemilu, tetapi esensi yang kita peroleh dari pemilu ini adalah membangun kembali kekuatan demokrasi yang lebih kokoh di negeri ini," ujar Paloh kepada wartawan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Rabu (22/7).

Ia juga menekankan pentingnya junjung tinggi nilai sportivitas. Menurut Paloh, sebuah kompetisi politik akan menjadi sia-sia jika tidak digelar secara sportif oleh para peserta maupun penyelenggara.

"Nah, di sinilah saya selalu mengingatkan salah satu hal yang tidak boleh kita anggap biasa-biasa saja, yaitu sportivitas peserta dan penyelenggara pemilu. Jadi, kita siap dengan pertarungan apa pun dalam kompetisi. Namun, apa artinya kompetisi tersebut apabila kita tidak menghargai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya berjalan?" tutur Paloh.

Saksikan Live DetikPagi:

(fas/eva)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |