Pesan-pesan dan Pujian Prabowo ke Polri di Hari Bhayangkara

5 hours ago 1
Jakarta -

Pesan-pesan hingga pujian Presiden Prabowo Subianto menjadi yang ditunggu-tunggu dalam momen peringatan HUT ke-80 Polri atau Hari Bhayangkara. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan berbagai tantangan bagi Polri hingga prestasi Polri dalam menjaga kamtibmas, penegakan hukum, dan pelayanan publik.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Prabowo memimpin jalannya upacara sebagai inspektur upacara.

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta seluruh institusi terkait atas keberhasilan menjaga keamanan selama perayaan berbagai hari besar keagamaan dan nasional. Menurutnya, kondisi yang aman dan kondusif menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (Rifkianto Nugroho/detikfoto)

Wapres Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih hadir dalam acara. Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla turut hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut pesan-pesan hingga apresiasi Prabowo untuk Polri dirangkum detikcom.

Kepercayaan Rakyat Senjata Terkuat Polisi

Prabowo meminta Polri agar terus menjaga kepercayaan publik. Dia menekankan pentingnya kepercayaan rakyat kepada Polri dalam menjalankan tugas.

"Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi," ujar Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo juga berpesan agar Polri terus mendekatkan diri dengan rakyat dan melindungi rakyat.

"Datanglah ketika rakyat membutuhkan, dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat," kata Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan bahwa Polri digaji oleh rakyat. Oleh karena itu, Polri diminta terus menjaga dan melindungi rakyat.

"Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat," jelasnya.

Prabowo juga meminta Polri menjaga kehormatan dan menjaga bangsa serta rakyat Indonesia.

"Jagalah kehormatan Kepolisian Republik Indonesia dan yang paling penting jagalah bangsa dan rakyat Indonesia," kata Prabowo.

"Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri untuk masyarakat, Polri presisi untuk Indonesia maju, selalu bersama rakyat, selalu menjaga Indonesia. Polri di depan sebagai Bhayangkara bangsa Indonesia," ujarnya.

Ingatkan Jangan Kriminalisasi

Sebagai aparat penegak hukum, Polri diminta untuk menegakkan hukum seadil-adilnya dan membela kaum yang lemah.

"Ketiga, tegakkan hukum dengan adil, beranilah membela yang benar, beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut pada Tuhan Yang Maha Esa," paparnya.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pemeriksaan pasukan Hari Bhayangkara ke-80, di Latsat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).Presiden Prabowo Subianto didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pemeriksaan pasukan Hari Bhayangkara ke-80, di Latsat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)

Prabowo mengingatkan jangan sampai ada kriminalisasi dalam penegakan hukum. Prabowo ingin orang benar di Republik Indonesia merasa aman terhadap hukum yang berjalan.

"Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok mana pun," ujar Prabowo.

"Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang. Dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum," sambungnya.

Profesionalitas Jadi Utama

Prabowo juga berpesan agar seluruh anggota Polri terus meningkatkan profesionalisme. Dia menegaskan Polri harus menyesuaikan kompetensi dan cara kerja sesuai perkembangan teknologi.

"Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal," ungkapnya.

Prabowo juga berpesan agar Polri terus memperkuat sinergi bersama TNI, pemerintah, dan seluruh institusi pemerintah, serta tokoh masyarakat, ulama, akademisi, media, pengusaha, dan juga petani, nelayan, buruh serta seluruh rakyat Indonesia.

Terus Berbenah

Selanjutnya, Prabowo meminta Polri terus melakukan pembenahan organisasi ataupun institusi. Dia meminta Polri terus menjadi institusi yang terbuka dengan evaluasi publik.

"Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk, rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan berperilaku yang baik," katanya.

Prabowo menyampaikan sebuah institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar saran dan kritikan. Ia juga berpesan agar seluruh anggota Polri selalu rendah hati.

"Institusi yang kuat adalah institusi yang mau berubah, institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati," pungkasnya.

Polri Jaga Demokrasi

Prabowo menyinggung kehidupan berdemokrasi di Hari Bhayangkara ke-80. Menurutnya, kritik diperlukan untuk mengingatkan dan memperbaiki diri.

"Saudara-saudara sekalian, kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Prabowo.

Prabowo berpesan Polri menjadi penjaga jalannya demokrasi agar warga dapat tetap menyampaikan aspirasi dengan baik.

"Kita harus selalu mengutamakan persatuan dan kerukunan di antara kita. Polri harus menjaga penjaga, harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa, menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai dan pada saat yang sama menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," ujarnya.

Tantangan Masalah Kemiskinan hingga Penyelundupan

Prabowo mengingatkan agar Polri tidak lengah. Dia ingin Polri agar tidak pernah cepat merasa puas.

"Tetapi saya juga mengatakan dan juga mengingatkan, jangan lengah. Jangan pernah cepat puas," ungkapnya.

Prabowo mengatakan bahwa tantangan di depan masih banyak. Ada masalah kemiskinan yang merupakan akibat dari korupsi hingga kejahatan penyelundupan.

"Tantangan masih besar, rakyat kita masih menderita. Kemiskinan. Dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyeludupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal," tuturnya.

Ingatkan Kejahatan Teknologi

Prabowo mengingatkan anggota Polri untuk mengantisipasi bentuk kejahatan yang terus berubah sesuai perkembangan teknologi.

"Ancaman berubah, teknologi dapat juga dipakai dengan maksud-maksud yang jahat. Dengan demikian, cara kerja kita juga harus menyesuaikan," kata Prabowo.

Prabowo lalu menyebut beberapa kasus kejahatan yang harus menjadi perhatian Polri. Ada berbagai aktivitas kriminal yang merugikan bangsa Indonesia.

"Saudara-saudara saya tekankan kembali, narkotika adalah ancaman yang sangat besar bagi bangsa kita, judi online ancaman yang sangat merugikan bangsa kita, perdagangan orang kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, kegiatan-kegiatan ilegal lainnya, tambang-tambang ilegal, perkebunan-perkebunan ilegal, praktik-praktik white collar crime, sangat merugikan bangsa kita," kata Prabowo.

Apresiasi Amankan Perayaan Hari Besar, Kecelakaan Menurun

Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang dinilainya sukses mengamankan perayaan hari-hari besar keagamaan dan nasional. Dia mengatakan hal tersebut menunjukkan negara hadir melayani masyarakat.

"Saya juga mengapresiasi keberhasilan Polri bersama TNI, kementerian, kementerian, pemerintah daerah, BUMN dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengamankan hari-hari besar, Hari Natal, Tahun Baru, Idul Fitri dan hari-hari besar lainnya," ujar Prabowo.

Dia mengatakan jutaan warga bepergian dengan rasa aman saat perayaan hari-hari besar. Dia juga memuji penurunan angka kecelakaan lalu lintas.

"Jutaan masyarakat dapat bepergian dan berkumpul bersama keluarganya dengan aman. Kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, pelayanan publik semakin baik. Keberhasilan seperti ini menunjukkan negara hadir setiap saat rakyat membutuhkan," ucapnya.

Prestasi Polri Pertahankan Nol Insiden Terorisme

Prabowo mengapresiasi prestasi Polri yang berhasil menjaga kondisi nol insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

"Berhasil mempertahankan nol insiden terorisme, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir," kata Prabowo.

"Ini prestasi yang perlu kita hargai," lanjutnya.

Puji Kualitas SPPG Polri

Prabowo mengungkit kontribusi Polri dalam membantu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo dengan tegas mengatakan dapur-dapur MBG yang dibangun Polri merupakan yang terbaik.

"Polri juga ikut aktif membangun lebih dari seribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur-dapur untuk program MBG. Dan saya tidak ragu-ragu sampaikan di sini, dapur-dapur yang dibangun oleh Polri adalah dapur-dapur yang terbaik," kata Prabowo.

"Dan ini bukan kata saya, banyak pengamat, banyak peninjau dari lembaga-lembaga dunia yang datang ke Indonesia melihat dapur-dapur tersebut dan di antaranya sebagian besar yang dilihat dapur-dapur dari Polri," imbuhnya.

Prabowo juga mengungkit kontribusi Polri dalam pembangunan sumur bor air hingga penanganan bencana. Prabowo meminta semangat ini terus dijaga oleh Polri.

"Polri juga terus membangun sumur bor air, jembatan-jembatan dan membantu masyarakat yang terdampak bencana. Semangat inilah yang harus terus Saudara Saudara pelihara," katanya.

Apresiasi Pembenahan Polri

Prabowo menyampaikan apresiasinya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Prabowo mengungkit Polri yang terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajarannya yang terus melakukan pembenahan organisasi, meningkatkan profesionalisme, meningkatkan disiplin, memperkuat pelayanan publik dan membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa," kata Prabowo.

(fca/fca)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |