Lombok Tengah, NTB - Upaya pemutusan mata rantai penyalahgunaan narkotika terus diperkuat melalui sinergi antara RutanKelas IIB Praya dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB. Pada Selasa (18/11) BNNP NTB kembali melaksanakan konseling lanjutan serta cek urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta program rehabilitasi di Rutan Praya.
Kegiatan yang berlangsung di klinik Rutan Praya ini dipimpin oleh Heri Sutowo, Konselor Adiksi Ahli Madya, bersama Yulia Widianto, Asisten Konselor Adiksi Terampil BNNP NTB. Keduanya melakukan asesmen perkembangan peserta rehabilitasi melalui konseling individu kepada 29 orang, dengan fokus pada pemahaman perilaku, stabilitas psikologis, dan kesiapan WBP dalam mempertahankan proses pemulihan.
Selama sesi konseling, para WBP diarahkan untuk mengevaluasi kembali pola pikir, mengidentifikasi pemicu ketergantungan, serta memperkuat motivasi untuk hidup sehat tanpa narkoba. Pendekatan dialogis dan mendalam yang dilakukan konselor diharapkan mampu membantu peserta membangun ketahanan diri, terutama menjelang reintegrasi sosial.
Setelah konseling, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan urine sebagai langkah kontrol dan evaluasi terhadap keberlanjutan program pemulihan. Pemeriksaan dilakukan secara profesional dan transparan oleh BNNP NTB dengan pengawasan jajaran Rutan Praya.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh WBP peserta rehabilitasi dinyatakan negatif narkoba, menunjukkan perkembangan positif dan konsistensi para peserta dalam menjalani program pemulihan.
Kepala Rutan Praya, M. Syaripuddin Hazri menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang terus terjalin. “Pendampingan dari BNNP NTB sangat membantu dalam memastikan program rehabilitasi berjalan efektif dan terukur. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dalam mendukung 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pemberantasan narkoba melalui peningkatan kualitas layanan pembinaan dan pemulihan WBP, ” ujarnya.
Sementara itu, Konselor Adiksi Ahli Madya Heri Sutowo menegaskan bahwa rehabilitasi bukan hanya menghentikan penggunaan zat, tetapi membangun pola hidup sehat yang berkelanjutan. “Pemantauan dan konseling berkala sangat penting untuk memastikan peserta benar-benar siap menjalani kehidupan bebas narkoba setelah kembali ke masyarakat, ” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Rutan Praya dan BNNP NTB berharap seluruh peserta rehabilitasi dapat menyelesaikan program dengan hasil optimal, memiliki ketahanan diri yang kuat, dan mampu menjadi pribadi produktif setelah bebas nanti. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Praya dalam mendukung transformasi layanan pemasyarakatan sesuai 13 Akselerasi Menimipas, Agus Andrianto.(Adb)

















































