Pemerintah Targetkan 35 Ribu KDMP Selesai Akhir Agustus, September Beroperasi

5 hours ago 5

Jakarta -

Pemerintah menargetkan pembangunan 35 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selesai akhir Agustus. Sebanyak 35 ribu KDMP itu pun diharapkan bisa beroperasi pada September mendatang.

"Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35 ribu, insyaallah di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi," kata Menko Pangan Zulkifli Hasan di Gedung Ditjen Pajak Kemenkeu, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

Selain itu, Zulhas juga menyampaikan pembangunan KDMP akan terus dilanjutkan pada tahun depan. Dia juga mengatakan pembangunan KDMP ini terus dikoreksi, terutama yang berada di wilayah gunung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti tahun depan akan dilanjutkan, tahun ini 35 ribu, tahun depan diperkirakan akan juga, kita bisa selesaikan 30 ribu sampai 35 ribu desa. Itu mengenai Koperasi Desa Merah Putih," tutur Zulhas.

"Ada di sana-sini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi. Seperti pembangunan gunung-gunung, ada satu, dua, atau berapa banyak, kita, kita akan tertibkan," imbuhnya.

KDMP Tak Matikan Warung Kecil

Sebelumnya, Zulhas telah memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak dibentuk untuk menggantikan ataupun mematikan usaha warung rakyat. Menurutnya, koperasi justru memiliki fungsi berbeda, yakni menjadi infrastruktur penyaluran barang bersubsidi dan bantuan pemerintah sekaligus menjadi offtaker hasil pertanian masyarakat.

"Tidak benar kalau ada isu warung-warung akan ditutup. Itu hoax yang sangat jahat. Tujuannya hanya ingin membuat masyarakat ribut," kata Zulhas usai membuka Seminar Nasional KDKMP di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/4).

Kehadiran KDKMP sejatinya adalah wujud komitmen kuat pemerintah untuk menekan angka kemiskinan dan membuka keran penghasilan bagi warga desa.

"Kita ingin terus berbuat baik agar kemiskinan berkurang, ekonomi desa bisa tumbuh, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan," tuturnya.

Koperasi ini diplot sebagai infrastruktur strategis pemerintah untuk mendistribusikan berbagai program kerakyatan yang tepat sasaran.

"Semua nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, maupun Koperasi Nelayan Merah Putih. Jadi ini bukan supermarket," kata Zulhas.

Para pemilik warung kelontong bahkan akan sangat diuntungkan karena berpeluang menjalin kerja sama langsung dengan pihak koperasi.

"Malah warung kelontong bisa menitipkan barangnya. Kalau ingin memasarkan produk ke seluruh Indonesia, juga bisa melalui Koperasi Desa. Karena sekali lagi, koperasi ini bukan warung dan bukan supermarket," lanjut Zulhas.

Pembangunan fasilitas koperasi berskala masif ini dipastikan turut membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru di pelosok negeri.

"Koperasi ini akan menciptakan lapangan kerja. Koperasi dibangun secara besar-besaran agar dapat menyerap tenaga kerja di desa. Kalau satu koperasi mempekerjakan enam atau tujuh orang saja, dikalikan sekitar 80 ribu desa, maka hampir setengah juta orang bisa bekerja," terangnya.

(kuf/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |