Patron Apresiasi Polri Berantas Narkoba Bukti Selamatkan Generasi Bangsa

2 days ago 9

Jakarta - Ketua Umum Patriot Anti-Narkoba (Patron), Muannas Alaidid, menegaskan keberhasilan Polri memberantas narkoba bukanlah sekadar urusan angka atau nilai tukar rupiah. Muannas menilai di balik tumpukan barang bukti sabu-sabu dan ribuan tersangka yang diamankan, ada nyawa-nyawa yang tak terhitung nilainya.

Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Muannas menilai setiap gram narkoba yang digagalkan adalah bukti nyata selamatnya generasi muda, utuhnya keluarga, dan terjaganya ketahanan sosial bangsa.

"Pemberantasan narkoba pada dasarnya adalah upaya melindungi masa depan bangsa. Ketika negara mampu menggagalkan peredaran sebelum menyentuh masyarakat, itu bukan hanya soal hukum, tapi soal memastikan generasi terbaik kita tidak hilang," ujar Muannas dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Ancaman narkoba dinilai kian kompleks karena lintas negara, jalur laut, jasa ekspedisi, transaksi digital, hingga laboratorium tersembunyi. Dalam situasi ini, lonjakan angka pengungkapan justru membuktikan sistem deteksi negara bekerja maksimal.

Sejak dilantik pada 27 Januari 2021, Sigit memimpin penguatan masif pemberantasan narkoba, yaitu:

- 2021: 19.229 kasus, 24.878 tersangka. Barang bukti 7.696 kg sabu, 2.100 kg ganja, dan ratusan ribu ekstasi (Rp11,66 triliun). 39,24 juta jiwa terselamatkan.
- 2022: 33.169 kasus. Barang bukti 78,2 ton ganja & 6,3 ton sabu (Rp11,02 triliun). 104,4 juta jiwa terselamatkan.
- 2023: 39.000 kasus (Rp12,8 triliun). 35,7 juta jiwa terselamatkan.
- 2024: 42.824 kasus (Rp8,6 triliun). 40,4 juta jiwa terselamatkan.
- 2025: 48.592 kasus, lebih dari 64 ribu orang diamankan, serta barang bukti hingga 590 ton (Rp41 triliun).

"Kalau angka pengungkapan terus meningkat, itu berarti negara tidak tinggal diam. Sistem deteksi dan penindakan bekerja semakin efektif," jelas Muannas.

Total estimasi penyelamatan jiwa mencapai 219,74 juta orang-hampir menyamai seluruh populasi Indonesia. Secara ekonomi, nilai total barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari Rp 85 triliun.

Namun Muannas mengingatkan angka itu belum cukup. Data BNN menunjukkan biaya sosial akibat narkoba (kesehatan, produktivitas, dan kriminalitas) bisa 3-5 kali lipat nilai peredarannya. Dengan mencegah 590 ton narkoba, Polri telah menghemat potensi kerugian negara hingga Rp 200 triliun lebih.

"Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa dihitung hanya dengan rupiah. Yang diselamatkan adalah kualitas manusia. Uang punya nilai, tapi masa depan generasi tidak bisa ditakar dengan angka," tegasnya.

Pada 29 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto bersama Kapolri memusnahkan 214,84 ton narkoba senilai Rp 29,37 triliun di Mabes Polri. Kehadiran Prabowo dinilai menegaskan perang melawan narkoba sebagai agenda strategis nasional.

Di bawah kepemimpinan Sigit, Polri dinilai semakin sistematis, terukur, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pendekatan yang adaptif—mulai penindakan tegas bandar besar hingga pemberdayaan masyarakat desa antinarkoba—menjadi kunci keberhasilan ini.

"Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri. Ini bukan sekadar capaian institusi, tetapi bukti nyata bahwa negara hadir menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba," tutup Muannas.

Dengan 219,74 juta jiwa yang terselamatkan, ukuran keberhasilan memang tak lagi relevan jika hanya dihitung dengan rupiah. Karena dalam perang melawan narkoba, satu nyawa generasi penerus bangsa memiliki nilai yang abadi dan tak tergantikan.

Simak juga Video: 3 Permintaan Prabowo ke Kapolri: Berantas Narkoba, Penyelundupan, Judol

(rfs/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |