Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni

6 hours ago 1

Jakarta -

Lebaran tahun ini terasa berbeda bagi Naila (12). Sosok Naila, siswa Sekolah Rakyat yang dikenal publik mampu membuat Presiden RI Prabowo Subianto terharu kini mulai menemukan kebahagiaannya karena memiliki sebuah rumah baru layak huni.

Saat berdiri di depan rumah dengan seragam SRMP 23 Makassar dan baret merah, Naila sempat menyampaikan rasa terima kasihnya dengan suara bergetar.

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo sudah memberi saya rumah. Semoga Bapak sehat selalu, panjang umur, bertambah rezeki," ujar Naila, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk pertama kalinya, ia akan pulang kampung Lebaran tahun ini dengan membawa kabar bahagia.

Bukan lagi tinggal di bilik sempit 5x4 meter yang berdiri di atas lahan orang lain melainkan sebuah tempat tinggal baru di kawasan Salodong, hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.

"Lebih nyaman daripada yang sebelumnya. kalau sebelumnya itu kurang layak. Terus banyak orang tinggal di sana," ucap Naila.

"Sekarang tempatnya sudah layak. Sudah punya rumah sendirian," sambungnya.

Naila dikenal sebagai anak dari keluarga prasejahtera di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ayahnya, Syamsul (37) bekerja sebagai juru parkir dan buruh bangunan. Ibunya Nurlia (35) membantu sang nenek berjualan.

Ketika Tim Pendamping PKH meninjau kondisi rumah Naila, terlihat dinding rumahnya retak, atap bocor, lantai tanah berdebu, dan seluruh bangunan berdiri di atas lahan orang lain.

Lingkungan sekitarnya tidak jauh berbeda. Tetangganya hidup dalam kondisi rentan dan semuanya butuh intervensi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo meminta agar keluarga-keluarga ini segera dipindahkan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar merespons cepat dengan menyiapkan lahan di Salodong yang akan dibangun 30 rumah layak huni secara bertahap.

Sebuah pemandangan mengharukan terlihat saat Naila menerima kunci rumah barunya. Ia tidak langsung masuk dan hanya menatapnya dari luar, seolah memastikan bahwa apa yang ada di depannya benar-benar miliknya.

Begitu pintunya dibuka, tampak ruang kecil namun bersih, dengan dinding panel putih dan cahaya lembut dari jendela suasana yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Di kamar tidurnya, Naila menata boneka beruang kecil di atas meja. Ibunya ikut merapikan sambil tertawa kecil.

Di sudut ruang tengah, sebuah kipas berdiri, sementara kulkas kecil terisi persediaan dasar seperti telur dan air minum.

Beranda rumah ditata dengan dua kursi berwarna oranye, tempat Naila sering duduk bersantai.

Rak sepatu kecil ditata dekat pintu. Semuanya tampak baru, tertata, dan memberikan kesan familiar.

Perubahan kecil ini mengubah cara Naila melihat dirinya. Ia merasa dihargai, dipedulikan, dan layak mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Lebaran tahun ini, Naila pulang kampung dengan hati lebih ringan. Ia sudah merencanakan mudiknya.

"Pulang kampung mau ketemu nenek, bikin acara keluarga," jelas Naila.

Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar Radya bersyukur atas transformasi hidup sang murid.

"Naila yang awalnya pemalu, sekarang lebih percaya diri, periang. Dia membawa aura positif bagi teman-temannya," ujar Radya.

Pihak sekolah memastikan seluruh siswa mudik dengan aman.

"Transport mudik disiapkan, lengkap dengan hampers untuk orang tua," pungkasnya.

Simak juga Video: Cerita Perjalanan Mudik Siswa Sekolah Rakyat

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |