Jakarta -
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, meminta semua pihak untuk melakukan 'tobat ekologis'. Dia juga mengatakan, pihaknya terus menargetkan penanaman dua miliar pohon, sebagai bentuk 'tobat ekologis'.
"Kondisi bumi kita tidak sedang baik-baik saja. Untuk itu, mari kita bersama perlu melakukan pertobatan ekologis," ungkap Jumhur dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Bupperta Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (6/6/2026).
Jumhur mengungkapkan, pertobatan ekologis tak boleh sekadar kata-kata. Namun sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara dalam berinteraksi dengan alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Tobat ekologis', kata dia, adalah dengan memuliakan alam, mengintrospeksi setiap perilaku dan kebiasaan yang berdampak pada lingkungan. Selain itu juga untuk menyadari konsekuensi dari tindakan sehari-hari dan melakukan aksi nyata untuk menjaga bumi.
"Pertobatan ekologis menuntut kita untuk menumbuhkan kesederhanaan kolektif bahwa menjaga lingkungan bukan pilihan, tetapi kewajiban moral dan sosial bagi generasi sekarang dan mendatang serta terus dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat," tutur Jumhur.
Dia juga menyampaikan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum semua pihak untuk merenung, menyadari kesalahan, dan bergerak memperbaiki hubungan dengan alam. Dengan pertobatan ekologis, menurutnya tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membangun budaya peduli dan bertanggung jawab yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.
"Marilah kita mengambil langkah nyata yang dapat kita lakukan sekarang. Mengurangi penggunaan plastik dan sampah sekali pakai, serta mendorong setiap rumah tangga dan kawasan publik untuk memilah sampah sejak dari sumbernya," jelasnya.
"Meningkatkan kesederhanaan dan budaya hidup bersih dan lestari melalui kegiatan rutin yang menanamkan nilai gotong royong, kebersihan lingkungan, dan kepedulian terhadap dampak perubahan iklim. Mendorong pemanfaatan sampah secara produktif dan ekonomi sirkular, termasuk melalui bank sampah dan inisiatif lokal lainnya," imbuhnya.
Dia sekaligus mengajak agar semua pihak dapa menerapkan prinsip 3R yakni reduce, reuse, dan recycle untuk mengurangi pencemaran dan limbah. Dia pun mengatakan akan memasifkan penanaman 2 miliar pohon.
"Melaksanakan penanaman pohon secara masif dengan target 2 miliar pohon untuk memperkuat ketahanan iklim, menjaga ketersediaan air, mengurangi banjir, memulihkan ekosistem, dan menyerap karbon. Memperkuat pengelolaan lingkungan dengan memastikan sampah dan limbah dikelola aman, pencemaran dikurangi, dan kawasan hijau serta ekosistem dilindunginya," kata dia.
Dalam kesempatan ini juga, Jumhur menekankan soal Gerakan Indonesia Asri yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Gerakan ini, kata dia, akan mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk tercapainya Indonesia Emas 2045.
"Mari kita jadikan Gerakan Indonesia Asri yang di-launching, yang digagas oleh Bapak Presiden sebagai budaya baru bangsa Indonesia. Gerakan ini diharapkan mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang beretika lingkungan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia hari ini, pihaknya turut melibatkan semua pihak yang dilabeli sebagai 'pejuang lingkungan', yakni para pekerja di bidang lingkungan atau Gerakan Green Job.
(kuf/aud)

















































