Mensos Ungkap Modus TPPO Geser ke Digital: Iklan Kerja hingga Pinjaman

1 day ago 3

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap modus kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) mulai bergeser ke digital. Gus Ipul mengatakan saat ini banyak iklan pekerjaan hingga pinjaman di aplikasi jadi cara pelaku kejahatan mencari mangsanya.

"Dulu korban mungkin dijerat melalui pertemuan langsung dan dokumen palsu. Sekarang jerat dapat dimulai dari layar telepon melalui iklan pekerjaan, pesan singkat, pinjaman, hubungan personal hingga perekrutan untuk eksploitasi seksual dan kejahatan digital lintas negara," kata Gus Ipul saat MoU dengan Jaringan Nasional Anti TPPO (Jarnas TPPO) di Tambora, Jakarta Barat, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menyebut, penyebaran informasi atau cara pelaku mengamankan targetnya sangat cepat di melalui media sosial. Untuk itu, dia berharap ada perlindungan atau pencegahan untuk korban dengan cepat.

"Oleh karena itu hukum dan sistem perlindungan kita tidak boleh berjalan lebih lambat," tegasnya.

Di sisi lain, Gus Ipul mengatakan siap menyediakan fasilitas rehabilitasi untuk pekerja migran yang bermasalah atau korban perdagangan orang. Hal ini sekaligus bekerja sama dengan Jarnas TPPO.

"Saat ini Kementerian Sosial didukung oleh 1 RPTC dan 32 sentra, yaitu sentra terpadu di berbagai wilayah di indonesia. Yang mudah-mudahan ini nanti menjadi bagian dari MOU kita untuk dimanfaatkan oleh Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang," katanya.

Gus Ipul menerangkan, sentra-sentra untuk rehabilitasi itu sudah digunakan sejak lama untuk rehabilitasi korban perdagangan orang. Sentra itu telah digunakan sejak 2011 hingga saat ini.

"Sejak tahun 2011 hingga tahun 2026, Kementerian Sosial telah menangani lebih dari 128.000 korban perdagangan orang dan Pekerja Migran Indonesia yang bermasalah melalui Ruang Perlindungan dan Trauma Center serta sentra-sentra Kementerian Sosial," jelas dia.

Adapun khusus 2024 hingga Juli 2026 ini tercatat 3.212 orang masuk dalam daftar yang direhabilitasi di layanan sosial milik Kemensos tersebut. Kebanyakan merupakan pekerja migran yang bermasalah.

"Ya, yang pertama tentu kita ada layanan psikososial ya, pemulihan ya secara psikis maupun juga kalau ada tentu secara fisik. Jadi ada pemulihan-pemulihan yang kita terus lakukan secara bertahap. Yang kedua ada pemberdayaan di sana.Secara umum itu sudah kembali ke keluarga masing-masing," ungkapnya.

Lihat juga Video: TPPO Berkedok PMI: Ratusan Warga Cianjur Dikirim Tiap Minggu

(tsy/whn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |