loading...
Pemilihan material yang tepat dinilai mampu menekan potensi kerusakan produk selama penyimpanan dan distribusi, mengurangi pemborosan, sekaligus menjaga kualitas produk hingga diterima konsumen. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Ketidakpastian kondisi pasar mendorong banyak pelaku usaha melakukan efisiensi di berbagai lini operasional. Tidak hanya berfokus pada rantai pasok dan biaya produksi, perusahaan kini juga semakin selektif dalam menentukan material kemasan karena dinilai berpengaruh langsung terhadap efisiensi bisnis sekaligus kualitas produk.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren pemilihan material kemasan mengalami perubahan. Jika sebelumnya pertimbangan utama hanya soal harga, kini pelaku usaha mulai memperhitungkan berbagai aspek lain, mulai dari karakteristik produk, masa simpan, proses distribusi, ketahanan material, hingga efektivitas penggunaannya. Baca juga: Wajib Halal Oktober 2026 Dorong Perlindungan Konsumen dan Transparansi Produk
Pemilihan material yang tepat dinilai mampu menekan potensi kerusakan produk selama penyimpanan dan distribusi, mengurangi pemborosan, sekaligus menjaga kualitas produk hingga diterima konsumen. Sebaliknya, penggunaan material yang tidak sesuai dapat meningkatkan biaya operasional akibat tingginya risiko kerusakan produk maupun kemasan.
Material kemasan fleksibel sendiri tersedia dalam berbagai jenis dengan karakteristik berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap produk. Karena itu, tidak ada satu jenis material yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan industri.
Salah satu material yang banyak digunakan adalah Polyethylene Terephthalate (PET). Material ini memiliki kekuatan yang baik, stabil terhadap perubahan suhu, serta mampu menghasilkan kualitas cetak yang tajam. PET umumnya digunakan sebagai lapisan luar kemasan makanan ringan, kopi, bumbu, makanan beku hingga produk perawatan tubuh karena mampu memberikan tampilan visual yang menarik.
Selain itu, terdapat Vacuum Metallized Polyethylene Terephthalate (VMPET) yang merupakan PET berlapis aluminium. Material ini memiliki kemampuan menghambat cahaya, oksigen, dan uap air sehingga banyak diaplikasikan pada kemasan kopi, teh, susu bubuk, sereal, makanan ringan, serta bumbu agar kualitas produk tetap terjaga sekaligus menghadirkan tampilan metalik yang premium.

















































