Jakarta -
Menteri Kebudayaan RI (Menbud) Fadli Zon menerima audiensi Titik Prasetyowati Verdi di Gedung Kemenbud, Jakarta. Titik adalah seorang legenda Juara Dunia Karate.
Pertemuan tersebut membahas rencana produksi film biopik yang mengangkat kisah nyata perjalanan Titik sebagai atlet karate yang berhasil meraih gelar Juara Dunia dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Titik Prasetyowati Verdi menyampaikan film ini merupakan adaptasi dari perjalanan hidupnya dalam meraih dua gelar Juara Dunia Karate, masing-masing di Meksiko (1991) dan Tokyo (1993).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Titik menjelaskan proses riset dan penulisan naskah telah rampung, serta pemilihan lokasi dan pemeran telah dipersiapkan. Produksi film dijadwalkan mulai pada Juni mendatang.
"Film ini adalah kisah nyata perjalanan hidup saya dalam meraih juara dunia karate dua kali dan mengibarkan nama Indonesia di kancah internasional. Kami berharap film ini dapat menginspirasi generasi muda dan membawa pesan positif bagi masyarakat," ujar Titik, dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).
Titik menambahkan film ini tidak hanya menampilkan perjalanan prestasi, tetapi juga mengusung misi sosial untuk meningkatkan kesadaran terhadap maraknya kekerasan seksual dan tindak kriminal, khususnya yang mengancam perempuan dan anak-anak.
"Kami berharap film ini dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan. Karate kami tampilkan bukan sekadar olahraga, tetapi sebagai sarana membangun keberanian, disiplin, dan kemampuan melindungi diri," kata Titik.
Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif produksi film biopik yang dinilai memiliki nilai inspiratif, edukatif, dan relevan dengan isu pemberdayaan perempuan.
Fadli menegaskan bahwa Kemenbud mendukung karya-karya film Indonesia yang mengangkat kisah perjuangan dan membawa pesan positif bagi masyarakat.
"Kemenbud sangat mendukung karya film nasional yang memiliki nilai inspiratif dan memperkuat karakter bangsa," ucap Fadli.
Kemenbud berupaya memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui fasilitasi promosi, jejaring, dan akses partisipasi festival guna meningkatkan daya saing film Indonesia di tingkat global.
Direktur Film, Musik, dan Seni Syaiful Agam menyampaikan film biopik memiliki peran penting dalam menginspirasi generasi muda melalui pengalaman dan perjalanan hidup tokoh yang diangkat.
Menurut Syaiful, kisah perjuangan dan prestasi yang ditampilkan dalam film membawa pesan positif bagi penonton Indonesia serta dapat memperkuat nilai keteladanan di tengah masyarakat.
Audiensi ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan pelaku industri perfilman nasional dalam mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang berakar pada nilai perjuangan, keteladanan, dan karakter bangsa.
Kemenbud berupaya untuk terus mendukung perkembangan perfilman Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
(anl/ega)

















































