KSPSI Apresiasi Kapolri: 97 Kasus Buruh Senilai Ratusan Miliar Diselesaikan Polri

1 day ago 3

Jakarta -

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terus membela buruh. Dia mengatakan Desk Ketenagakerjaan Polri sudah menuntaskan banyak kasus buruh senilai ratusan miliar rupiah.

"Terima kasih juga Pak Kapolri untuk Desk Ketenagakerjaan yang sudah berhasil menyelesaikan hampir 97 kasus dengan nilai nominal ratusan miliar yang dapat disampaikan kepada buruh yang berhak," kata Andi Gani saat peresmian sekber KBPBI di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, dia berharap Desk Ketenagakerjaan Polri lebih maksimal hingga ke pelosok daerah. Harapannya, desk tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh buruh di Indonesia.

"Dan kami berharap Pak Kapolri, Desk Ketenagakerjaan di daerah-daerah juga dimaksimalkan untuk bisa melayani teman-teman serikat buruh," harapnya.

Selain itu, Andi Gani berterima kasih lantaran Jenderal Sigit masih setia bersama gerakan buruh sejak sebelum menjabat Kapolri. Dia menilai sejak dulu pernah ikut menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

"Dan kami berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang mempunyai sejarah panjang dengan gerakan buruh. Seperti teman-teman ketahui, saya harus sampaikan di sini, Pak Kapolri pada saat Kabareskrim yang mendorong dan juga figur di posisi kabinet pada saat itu yang berani menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja dan akhirnya buruh melakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.

Selain itu, Andi Gani menuturkan pembentukan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) menjadi tonggak sejarah baru bagi gerakan buruh. Dia menyebut sekitar 90 persen kekuatan gerakan buruh Indonesia berada dalam satu wadah terdiri dari 17 konfederasi serikat pekerja terbesar dan 157 federasi dalam KBPBI.

"Hari ini adalah sejarah luar biasa. Kekuatan buruh 90 persen ada di sini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pergerakan buruh Indonesia, kita mendirikan sekretariat bersama sebagai simbol persatuan perjuangan buruh," katanya.

Dia berpendapat, sekretariat bersama ini dibentuk untuk memperkuat perjuangan buruh. Hal itu terutama untuk mengawal pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan serta berbagai isu ketenagakerjaan lainnya.

"Kami memiliki kesadaran yang sangat tinggi bahwa kalau tidak bersatu, kami pasti kalah. Karena itu seluruh konfederasi sepakat membuang ego organisasi dan bersatu dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia," sambung dia.

Dia menambahkan, koalisi telah merampungkan penyusunan draf usulan Undang-Undang Ketenagakerjaan lewat pembahasan intensif selama lima hari. Draf ini dirumuskan tim yang melibatkan seluruh unsur konfederasi.

"Awalnya dijadwalkan tiga hari, kemudian bertambah menjadi lima hari karena begitu banyak hal yang harus dibahas. Tim perumus bekerja sangat keras hingga akhirnya menghasilkan satu draf usulan yang mewakili sekitar 90 persen kekuatan buruh Indonesia," ungkapnya.

Selanjutnya, Draf tersebut akan diserahkan kepada pimpinan DPR RI antara Kamis atau Jumat pekan depan. Nantinya draf itu untuk menjadi bahan dialog dan pembahasan lebih lanjut.

"Kami akan menyerahkan draf usulan Undang-Undang Ketenagakerjaan kepada pimpinan DPR RI sebagai bentuk partisipasi buruh dalam proses penyusunan regulasi yang lebih adil bagi pekerja," tuturnya.

Tonton juga video "Jaksa Agung Tegaskan Polri-Kejagung Tak Bisa Dipisah: Kita Bersinergi"

(idn/idn)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |