PAPUA - Di pelosok negeri yang kerap dilupakan, tepatnya di Pintu Jawa, senyum mengembang di wajah warga saat Pos Pintu Jawa Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya membuka pintu pelayanan kesehatan. Pekan ini, halaman pos dipenuhi antrean panjang, mulai dari anak-anak mungil hingga para sesepuh, semua datang dengan satu harapan: memeriksakan kesehatan dan mendapatkan obat.
Di tengah keterbatasan yang ada, para personel kesehatan Satgas tak pernah surut semangat. Dengan sentuhan humanis, mereka memberikan pemeriksaan umum, konsultasi mendalam, hingga edukasi pentingnya pola hidup bersih. Setiap warga, tanpa terkecuali, merasakan perhatian tulus yang menyembuhkan tak hanya raga, tapi juga jiwa.
Yohanis Pahabol (55), seorang tokoh masyarakat Kampung Pintu Jawa, tak kuasa menahan haru. Ia berbagi cerita, “Kalau tidak ada TNI, kami susah sekali berobat. Jarak ke puskesmas jauh, kadang obat tidak tersedia. Pelayanan seperti ini sangat membantu. Kami merasa benar-benar diperhatikan, ” ujarnya, mewakili suara hati seluruh warga.
Komandan Pos Pintu Jawa, Kapten Inf Iswan Harahap, menegaskan bahwa kehadiran mereka lebih dari sekadar tugas. “Selama kami bertugas di sini, kesehatan warga adalah prioritas utama. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi panggilan hati. Masyarakat harus merasa aman, sehat, dan didampingi, ” tegasnya, menunjukkan komitmen mendalam untuk meringankan beban masyarakat.
Tak hanya mengobati, para prajurit juga giat memberikan edukasi kesehatan. Mereka percaya, pencegahan adalah kunci agar masyarakat terhindar dari penyakit yang timbul akibat lingkungan dan minimnya fasilitas.
Apresiasi mendalam datang dari Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto. Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan ini adalah bukti nyata misi kemanusiaan TNI. “Dimanapun prajurit bertugas, mereka membawa misi kemanusiaan. Pelayanan kesehatan di Pintu Jawa adalah wujud kehadiran negara di daerah terpencil. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir, peduli, dan melindungi, ” jelasnya.
Mayjen Lucky menambahkan, para prajurit di garis depan bukan hanya penjaga kedaulatan, tetapi juga agen sosial yang membangun kepercayaan. “Saat prajurit melayani dengan tulus, mereka membangun jembatan kepercayaan yang menjadi fondasi stabilitas dan kesejahteraan di daerah operasi, ” tuturnya.
Layanan kesehatan tulus dari Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya di Pintu Jawa membuktikan bahwa pengabdian TNI merangkul semua aspek kehidupan. Di batas negeri ini, ketulusan prajurit mengobati luka, menguatkan semangat, dan menerangi harapan warga.
(jurnalis)

















































