
PANGANDARAN JAWA BARAT – Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pangadaran, H. Agus Malianaa, S.Kep., Ners., M.M, menghadiri sekaligus memberikan arahan serta membuka rangkaian kegiatan Minilokakarya Tingkat Kecamatan dalam upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tahun 2025.
Kegiatan ini akan diselenggarakan pada seluruh kecamatan dikabupaten Pangandaran dengan peserta kegiatan antara lain Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Tenaga Kesehatan, Kader PKK dan Kader KB serta diikuti oleh seluruh Penyuluh KB.
Dalam arahannya, Kepala Dinas KBP3A Agus Maliana menegaskan pentingnya konvergensi lintas sektor dalam upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting untuk mencapai keberhasilannya. “Penurunan stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi merupakan aksi bersama. Dinas KB dalam hal ini melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK) memiliki peran strategis dalam memastikan semua keluarga terdampingi dan memiliki pengetahuan yang cukup dalam mencegah risiko stunting sejak dini“ katanya. Senin (17/11/2025).
Agus juga menyampaikan bahwa intervensi sensitif harus dilakukan mulai dari Usia Remaja, Calon pengantin, ibu hamil, Pascasalin dan Baduta. “Melalui pendampingan keluarga risiko stunting dan optimalisasi peran Tim Pendamping, Keluarga (TPK) kita dapat memastikan intervensi tepat sasaran dan efektif, ” ucapnya.
Minilokakarya ini membahas mengenai evaluasi capaian program pendampingan sasaran Keluarga Risiko Stunting dan Verifikasi Validasi data Keluarga Risiko Stunting, cakupan intervensi pada Tingkat desa, serta penyusunan rencana aksi dalam peningkatan cakupan Pendampingan Keluarga Risiko Stunting tahun 2025.
Dalam forum ini Kepala Dinas KB juga menyampaikan “Pentingnya ketersediaan data Keluarga Risiko Stunting yang up to date atau terkini, yang akan digunakan sebagai salah satu acuan sasaran intervensi sehingga penerima manfaat akan tepat sasaran” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas KB mengapresiasi kinerja Lini Lapangan yang selalu bahu membahu didalam mensukseskan Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting mulai dari Tingkat desa. “Kami berharap komitmen ini terus diperkuat melalui verifikasi dan validasi data yang berkualitas, serta meningkatkan kolaborasi dengan lintas sektor TPPPS pada wilayahnnya masing-masing” ujarnya.
Penyelenggaraan minilokakarya dapat memperkokoh koordinasi dan konsolidasi lintas sektor sehingga langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pangandaran dapat dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

















































