Kasir di Riau Kirim Foto Selfie Berdarah-darah Usai Dirampok: Tolong Aku

4 hours ago 2

Pelalawan -

Seorang wanita berinisial PT (25) yang bekerja sebagai kasir perusahaan di Pelalawan, Riau terluka parah usai ditikam berkali-kali oleh perampok. Korban sempat mengirimkan foto selfie berdarah-darah kepada rekannya dan meminta tolong.

"Setelah pelaku kabur, korban dalam keadaan lemas berusaha duduk di kursi kasir dan mengirim foto selfie wajah berlumuran darah kepada rekan kerjanya via WhatsApp dengan mengirimkan chat 'Tolong Gung aku mau dibunuh'," kata Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Bayu Ramadhan Effendi menirukan isi pesan korban, Jumat (19/6/2026).

Tak lama kemudian rekan korban bernama Agung datang bersama saksi Harun Effendi. Namun, sesampai di kantor posisi pintu tertutup namun saksi tidak berani masuk lalu saksi menghubungi warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan setelah datang warga sekitar, barulah saksi masuk dan melihat ruangan kasir sudah terbuka pintu dan dilihat darah sudah berceceran di lantai dan korban posisinya duduk dengan kepala terbaring di meja setengah sadar dengan sekujur tubuhnya berlumuran darah," jelasnya.

Korban kemudian dibawa ke RS Efarina Pangkalan Kerinci. Di saat bersamaan, Agung menghubungi call center Polri 110 melaporkan peristiwa perampokan tersebut.

Tim Satreskrim Polres Pelalawan yang mendapatkan informasi tersebut langsung mengecek ke tempat kejadian perkara. Pelaku bernama Joni yang merupakan honorer di sekolah dasar (SD) di Pelalawan akhirnya ditangkap.

"Tersangka Jodi Alfandi kami tangkap dalam perjalanan melarikan dari Pekanbaru menuju Bandar Seikijang pada Kamis (18/6) sekitar pukul 03.30 WIB," katanya.

Saat ini tersangka dan sejumlah barang bukti diamankan polisi. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap tersangka.

Kronologi Perampokan


Peristiwa tersebut di kantor perusahaan di Jalan Lintas Timur Km 43, Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalaran pada Rabu (17/6) sore. Mulanya, pelaku bernama Jodi datang ke lokasi untuk memantau situasi.

"Pukul 14.00 WIB, pelaku datang memantau situasi. Setelah tahu korban seorang diri, pelaku berpura-pura menumpang ke toilet dan mencuri sebuah gunting bergagang kuning dari meja luar untuk dijadikan senjata," kata Bayu.

Berselang sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 16.50 WIB, pelaku datang kembali ke kantor yang pintunya terbuka. Seketika itu pelaku mengancam dan menodongkan gunting memaksa korban untuk menyerahkan kunci brankas.

"Namun korban menolak dan berteriak meminta pertolongan, sehingga tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memiting, menjatuhkan ke lantai, menginjak kepala, menendang serta menusuk korban secara berulang menggunakan gunting hingga gunting bengkok dan melukai jari tangan tersangka," jelasnya.

Tak hanya itu, tersangka juga memukul korban dengan kipas angin. Dalam kondisi gelap mata, pelaku lalu mengambil obeng di atas meja kasir dan menusuk korban berkali-kali hingga bersimbah darah.

"Korban saat itu dalam keadaan lemas, lalu tersangka meminta korban untuk menyerahkan kunci brankas tempat penyimpanan uang," imbuhnya.

Setelah berhasil merampas kunci brankas, pelaku menggasak uang tunai sekitar Rp 76 juta dari dalam brankas. Sebelum kabur, pelaku sempat mencuci tangannya yang terluka di toilet, lalu merusak kamera CCTV teras depan dengan batu.

(mea/imk)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |