Jakarta -
Polda Sumatera Selatan memperkuat kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan untuk mengantisipasi maraknya kejahatan keuangan digital. Kapolda Sumsel mengaku siap memberantas scam yang marak terjadi saat ini.
Pertemuan antara Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho dan Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto beserta jajarannya digelar di Mapolda Sumsel, Palembang. Pertemuan tersebut membahas meningkatnya kejahatan keuangan digital, modus penipuan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pinjaman online ilegal, serta investasi bodong yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, OJK mengusulkan pencanangan Gerakan Sumsel Berantas Scam, yang akan melibatkan edukasi publik secara masif serta konferensi pers bersama sebagai bentuk transparansi dan pencegahan. Kapolda Sumsel menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyambut baik kolaborasi ini dan siap mendukung penuh Gerakan Sumsel Berantas Scam. Kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas menjadi landasan kami dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital," kata Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, dalam keterangannya, Jumat (27/2/2026).
Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem keuangan.
Pertemuan itu juga menyoroti meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam modus penipuan digital, termasuk rekayasa suara, manipulasi identitas, dan phishing berbasis data pribadi.
Oleh karena itu, Polda Sumsel dan OJK sepakat perlunya dilakukan peningkatan literasi keuangan masyarakat dan penguatan kapasitas penyidik. Sementara OJK menyatakan kesiapan memberikan dukungan saksi ahli, edukasi, dan koordinasi teknis dalam penanganan perkara sektor jasa keuangan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan sinergi tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran negara dalam melindungi masyarakat.
"Kolaborasi Polda Sumsel dan OJK menjadi langkah strategis dalam menekan angka penipuan keuangan digital. Ini bukan hanya isu daerah, tetapi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujar Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya.
Dengan penguatan koordinasi lintas sektor ini, Polda Sumsel berharap upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap kejahatan keuangan berbasis teknologi digital dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berdampak luas.
(yld/dhn)

















































