Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi melantik Marulina Dewi Mutiara sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kadiskominfotik) DKI Jakarta. Lewat pelantikan ini diharapkan komunikasi publik menjadi lebih adaptif di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang dinamis.
Pelantikan itu dibarengi dengan pelantikan 11 pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov DKI Jakarta, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Marulina Dewi Mutiara pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dia menilai bahwa masa transisi hingga efektif menjabat pada 1 Juni sebagai ruang penting untuk melakukan konsolidasi dan penyelarasan arah kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memiliki waktu untuk mempersiapkan secara lebih matang-mulai dari koordinasi lintas OPD, pemetaan program, hingga penyelarasan kebijakan. Dengan begitu, saat mulai efektif nanti, kami dapat langsung bergerak cepat," ujar Marulina dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).
Ke depan, dia menegaskan pihaknya bakal terus memperkuat komunikasi publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga kredibel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Lalu, dia juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Marulina menekankan bahwa integrasi layanan digital serta pemanfaatan data dan statistik akan menjadi fondasi dalam mendukung kebijakan yang lebih terukur.
"Pemanfaatan data dan statistik harus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur, menuju evidence-based policy," ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk media, komunitas, dan sektor swasta-akan menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem komunikasi dan layanan publik ke depan.
"Di tengah meningkatnya dinamika informasi, tantangan komunikasi publik mendatang dinilai akan semakin kompleks. Namun, peluang juga terbuka lebar seiring tingginya penetrasi internet di Jakarta," tuturnya.
Untuk itu, Marulina mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat dan konstruktif.
"Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis inovasi, ia optimistis komunikasi publik di Jakarta dapat semakin relevan, transparan, dan berdaya saing," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pengisian jabatan dilakukan melalui pendekatan manajemen talenta dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan kapasitas kepemimpinan.
"Dalam penetapan ini, kami bertiga, Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda, berkomunikasi dan berdiskusi untuk menentukan nama-nama terbaik. Kami menggunakan manajemen talenta, dan mudah-mudahan ini merupakan pilihan terbaik untuk Jakarta," tutur Pramono.
Selain itu, pengaturan waktu pelantikan juga diatur bertahap guna menjaga kesinambungan roda pemerintahan.
"Perlu kami sampaikan agar tidak terjadi salah tafsir, dalam pelantikan ini terdapat 11 pejabat yang dilantik. Tiga orang berlaku mulai hari ini, empat orang mulai 1 Juni, tiga orang mulai 1 Agustus, dan satu orang menunggu keputusan," tambah Pramono.
Adapun pelantikan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya konsolidasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Pramono.
"Saya dan Wakil Gubernur mengucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Mudah-mudahan dapat segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas dalam orkestrasi pemerintahan yang kami pimpin," pungkasnya.
Dalam struktur pemerintahan modern, Diskominfotik memiliki peran penting dalam memastikan informasi publik tersampaikan secara efektif, serta membangun keterhubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah ekosistem digital yang terus berkembang, kebutuhan akan komunikasi yang cepat, akurat, dan relevan menjadi semakin krusial.
Tonton juga video "Pramono Lantik 11 Pejabat Pemprov DKI, Ini Daftar Namanya"
(ega/ega)

















































