Jakarta -
Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, memastikan pelaksanaan angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026 di seluruh ekosistemnya berjalan lancar dan terkendali.
Meningkatnya mobilitas masyarakat dapat terakomodasi dengan baik berkat kesiapan operasional bandara, optimalisasi kapasitas penerbangan, serta dukungan konektivitas menuju kawasan pariwisata.
Keberhasilan ini menegaskan peran penting InJourney dalam mengelola ekosistem aviasi dan pariwisata secara terintegrasi, sehingga mampu menjaga kelancaran perjalanan sekaligus mendukung aktivitas pariwisata nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Momentum libur lebaran merupakan fase dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga kami mengoptimalkan kesiapan operasional yang optimal, koordinasi lintas stakeholders, dan optimalisasi pelayanan. Upaya ini kami lakukan tidak semata-maya berorientasi pada peningkatan trafik, namun juga pada penciptaan pengalaman perjalanan yang berkesan," ujar Direktur Utama InJourney, Maya Watono, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2026).
Maya turut mengatakan melalui penguatan customer experience serta integrasi layanan di seluruh ekosistem, pihaknya memastikan masyarakat tidak hanya sampai ke tujuan, tetapi juga dapat menikmati proses perjalanan dan berlibur dengan lebih seamless dan berkesan
Dari sektor aviasi, sejumlah indikator menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan angkutan udara selama Lebaran 2026. Pada periode 13-29 Maret 2026, bandara di bawah InJourney Airports mencatat 63.222 pergerakan pesawat atau tumbuh 9% dibandingkan Lebaran 2025. Jumlah penumpang mencapai 8.870.677 orang, meningkat 6,4% secara tahunan.
Kinerja ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang tetap dapat dikelola dengan baik, dengan pergerakan domestik sebagai penopang utama melalui 51.873 penerbangan dan 7.009.251 penumpang.
Kesiapan operasional juga terlihat dari berbagai indikator pendukung, seperti load factor kumulatif 81,6% dan slot utilization 82,3%. Selain itu, terealisasi 4.097 extra flight atau 75,5% dari total rencana tambahan penerbangan.
Pada puncak arus mudik 18 Maret 2026, tercatat 568.871 penumpang, sementara puncak arus balik 29 Maret 2026 mencapai 603.575 penumpang, naik 14,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan kesiapan bandara InJourney dalam mengantisipasi lonjakan trafik pada periode puncak perjalanan.
Indikator keberhasilan lainnya terlihat dari meningkatnya konektivitas penerbangan. Pada angkutan Lebaran 2026, jumlah rute di 37 bandara mencapai 1.487 rute atau bertambah 53 rute dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah maskapai juga meningkat menjadi 247 maskapai, bertambah 9 maskapai dibandingkan Lebaran 2025.
Selain itu, tingkat kepuasan pelanggan juga tercatat tinggi di tiga aspek utama, yakni kepuasan keseluruhan terhadap layanan bandara (skor 4,8), pengalaman perjalanan selama Ramadan (skor 4,81), serta penilaian terhadap ambience, dekorasi, dan aktivitas bertema liburan (skor 4,78). Skor ini diperoleh dari survei Customer Satisfaction (CSAT) terhadap sekitar 2.000 responden penumpang di bandara.
Momen libur Lebaran dimeriahkan dengan berbagai hiburan keluarga. InJourney Destination Management (IDM) menghadirkan pertunjukan seni dan atraksi di destinasi wisata, termasuk Pasar Medang di kawasan candi yang menyuguhkan kuliner lokal, produk UMKM, lokakarya, dan pertunjukan seni.
Selain itu, ada program "Pelangi di Mars" yang digelar pada 21-27 Maret 2026. Program ini menghadirkan instalasi hiburan, area piknik tematik, serta spot foto bagi wisatawan.
Berbagai aktivitas tersebut berhasil menarik minat pengunjung. Pada periode 20-29 Maret 2026, IDM mencatat total 326.676 wisatawan di destinasi yang dikelolanya, dengan rincian Borobudur 69.742 pengunjung, Prambanan 130.083, Teater Pentas 3.797, Ratu Boko 6.189, dan TMII 116.865.
Dari sisi perhotelan, InJourney Hospitality juga mencatat kenaikan tingkat hunian sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Okupansi tertinggi pada segmen hotel bintang lima tercatat di Merusaka Nusa Dua, The Meru Sanur, dan Bali Beach Hotel The Heritage Collection.
Sementara itu, pada hotel bintang empat diraih oleh Grand Inna Samudera Beach, Truntum Kuta, dan Grand Inna Medan. Hal ini mencerminkan tingginya minat wisatawan serta strategi pengelolaan yang efektif.
Di sisi lain, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja kunjungan yang positif sepanjang 13-27 Maret 2026. Kawasan The Nusa Dua menerima 133.127 wisatawan.
Sementara itu, The Mandalika mencatat 3.306 kunjungan dan The Golo Mori sebanyak 907 kunjungan. Capaian ini menunjukkan tingginya aktivitas dan daya tarik destinasi yang dikelola ITDC selama periode tersebut.
Pada sektor ritel, Sarinah yang dikelola InJourney Retail mencatat 683 ribu pengunjung. Peningkatan ini didorong oleh berbagai program tematik bersama tenant, seperti aktivasi brand, diskon, promosi, hingga bundling produk yang meningkatkan daya tarik belanja.
Lonjakan kunjungan ini juga berdampak positif pada transaksi tenant serta memperkuat posisi Sarinah sebagai destinasi ritel dan ruang publik yang menggabungkan pengalaman belanja, budaya, dan gaya hidup dalam satu ekosistem.
Secara keseluruhan, momentum Lebaran tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas wisata di berbagai destinasi strategis yang dikelola InJourney. Hal ini turut memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Maya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh ekosistem, baik di sektor kebandarudaraan maupun destinasi pariwisata. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kesiapan operasional, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta pengembangan pengalaman perjalanan yang semakin terintegrasi.
"InJourney menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi dan dukungan yang telah memastikan kelancaran periode Angkutan Lebaran 2026," ujarnya.
Maya menutup pernyataannya dengan menyampaikan capaian positif tersebut merupakan refleksi kuatnya sinergi dalam ekosistem aviasi dan pariwisata, yang melalui koordinasi dan komitmen bersama mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat.
Lihat juga Video: H+7 Lebaran, 52 Ribu Penumpang KA Tiba di Jakarta
(prf/ega)

















































