HNW Sambut Pakta Pertahanan Mekah, Dorong Kerja Sama OKI Diperkuat

1 day ago 4

Jakarta -

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Hidayat Nur Wahid (HNW) menyambut baik pakta pertahanan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki yang ditandatangani di Kota Mekah dan dikenal sebagai Pakta Pertahanan Mekah.

HNW berharap pakta tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga ekonomi dan pendidikan.

"Inisiatif ini merupakan hal yang sangat baik untuk menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian dunia," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HNW mengatakan Pakta Pertahanan Mekah saat ini baru melibatkan tiga negara, yakni Arab Saudi, Pakistan, dan Turki. Namun, menurutnya, ketiga negara memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah dan OKI serta saling menguatkan dalam bidang politik, teknologi, militer, dan ekonomi.

Karena itu, HNW menilai terdapat potensi besar untuk memperluas kerja sama tersebut kepada negara anggota OKI lainnya sekaligus mengembangkan cakupannya ke bidang ekonomi dan pendidikan.

Sejumlah negara anggota OKI di kawasan tersebut, seperti Qatar, Oman, Kuwait, Somalia, dan Bahrain, juga disebut menyambut baik kerja sama pertahanan tersebut. HNW menilai semangat kebersamaan perlu terus dijaga, terlebih adanya penegasan Menteri Luar Negeri Turki kepada Iran bahwa pakta tersebut ditujukan untuk pertahanan bersama dari kemungkinan serangan pihak lain, bukan untuk menganggap Iran sebagai ancaman.

"Semangat kebersamaan ini, apalagi semuanya adalah negara anggota OKI, harus terus dijaga oleh semua pihak," ujarnya.

HNW juga berharap Pemerintah Indonesia mendukung berbagai upaya negara-negara sahabat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban dunia.

"Kita memang menganut politik luar negeri Bebas dan Aktif. Namun, yang perlu disoroti bukan hanya bebas, tetapi bagaimana kita bisa aktif terlibat dalam mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia, salah satu, di antaranya melalui Pakta Pertahanan Mekah itu," katanya.

Menurut HNW, Indonesia sebagai salah satu negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus negara pendiri OKI dapat mendorong penguatan kerja sama di bidang lain, termasuk ekonomi dan pendidikan.

Ia mencontohkan konsep kerja sama seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dikembangkan Indonesia bersama negara-negara ASEAN.

"Kerja sama semacam ini bisa diinisiasi secara lebih serius, misalnya dengan konsep mirip Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang telah berhasil dikembangkan Indonesia bersama negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya.

HNW menilai eratnya kerja sama dalam Pakta Pertahanan Mekah dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan negara-negara OKI sekaligus mengembangkan kerja sama di berbagai bidang.

"Jadi, Pakta Pertahanan Mekah yang sangat erat tersebut, bahkan dibuat seperti model NATO, seharusnya bisa menjadi momentum bersama untuk menjalin persatuan yang lebih erat, dan mengembangkan kerja sama lainnya, seperti kerja sama ekonomi dan pendidikan, sehingga tidak hanya mewujudkan keamanan dan pertahanan, melainkan juga bisa memajukan peradaban dan menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat-rakyatnya," pungkasnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |