Hari Lingkungan Hidup, Jumhur Gaungkan Gerakan Pemilihan Sampah Demi RI Asri

1 day ago 4

Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia hari ini. Menteri LH Jumhur Hidayat memimpin langsung acara peringatan tersebut.

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia ini dilaksanakan di Bupperta Cibubur, Jakarta Timur. Dalam peringatan ini, Jumhur menyoroti masih tingginya persentase pengelolaan sampah yang belum optimal.

"Bapak-Ibu sekalian, di tengah tantangan ini, persoalan sampah menjadi bagian yang mempengaruhi perubahan iklim. Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah setiap tahun. Namun, 74% masih belum terkelola secara optimal," jelas Jumhur saat memberikan sambutan di lokasi, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur menjelaskan, pengelolaan sampah saat ini masih banyak dilakukan secara tercampur. Kemudian sejauh ini, kata dia, metode open dumping masih terus dilakukan meski dinilai tak maksimal.

"Sebagian besar bercampur dan berakhir di TPA yang menggunakan metode open dumping. Praktik ini hanya menimbulkan masalah kebersihan. Tidak hanya menimbulkan masalah kebersihan, tetapi juga penyebaran lingkungan, gas metan, dan ancaman terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan keberlanjutan," ungkap Jumhur.

Dia menuturkan, kejahatan emisi gas metan bisa lebih dari 30 kali carbon dioksida. Dia pun menekankan akan memastikan gerakan untuk menyelesaikan masalah sampah bisa tuntas.

Di sisi lain, Jumhur juga menyampaikan terkait kondisi tempat pembuangan akhir yang telah kelebihan beban hampir di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Kondisi ini, kata Jumhur, diawali dari kebiasaan kumpul, angkut, buang sehingga sampah tidak terpilah, pengolahan lahan uruk terbuka, gas metan tidak ditangkap, dan tidak dimanfaatkan.

"Kondisi ini menyebabkan darurat sampah. TPA overload, dan TPA menjadi sumber emisi terbesar dari sektor persampahan di Indonesia," tuturnya.

Dia pun mengatakan, penanganan masalah sampah ini harus dilakukan di hilir. Dia lantas mengajak perlu adanya perubahan pola pikir dalam pengelolaan sampah.

"Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan hilir. Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh," ujar Jumhur.

"Oleh karena itu, pada hari ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan gerakan pemilihan sampah dan rumah tangga untuk Indonesia asri," imbuhnya.

Lihat juga Video: Jakarta Bikin Gerakan Pilah Sampah, Ada Catatan Buat Hotel-Resto Nih...

(kuf/idh)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |