H11 Operasi Zebra 2025: Penegakan Hukum 1.192.439 Perkara, Didominasi ETLE-Teguran

1 day ago 4

Jakarta -

Pelaksanaan Operasi Zebra 2025 telah memasuki hari kesebelas (H11) yang berlangsung dari 17 hingga 27 November 2025. Korlantas Polri mencatat ritme operasi yang stabil dan terukur, menunjukkan penguatan nasional pada aspek edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum.

Diketahui, Sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tujuan utama dari Operasi Zebra 2025 ini adalah menciptakan keselamatan jalan menjelang libur Natal dan Tahun Baru, dengan fokus utama pada edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum berbasis data.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa H11 merupakan titik penting untuk menilai kesinambungan pola kegiatan dari awal operasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari kesebelas menunjukkan pola pelaksanaan yang semakin kuat dan konsisten," ujar Kakorlantas kepada wartawan, Jumat (28/11/2025). Dia menegaskan bahwa stabilitas ini menjadi modal kuat untuk penguatan langkah strategis pada pekan kedua.

Dominasi ETLE dan Teguran Edukatif

Pada H11 Operasi Zebra 2025, total penegakan hukum lalu lintas secara nasional mencapai 1.192.439 perkara. Angka ini didominasi oleh penegakan berbasis teknologi yakni ETLE serta pendekatan edukatif kepada masyarakat.

Rincian penindakan hukum pada H11 terdiri dari 80.187 perkara melalui ETLE statis dan 76.138 perkara melalui ETLE mobile. Sementara itu, penindakan melalui tilang manual hanya berjumlah 15.078 perkara, ini sejalan dengan pembatasan tilang manual hanya untuk pelanggaran tertentu.

Jumlah teguran yang diberikan kepada pelanggar mencapai 1.021.036 kegiatan. Tingginya intensitas teguran ini menunjukkan interaksi edukatif yang masif di lapangan, selaras dengan kebijakan Kakorlantas Polri untuk memperkuat penegakan berbasis teknologi. Kakorlantas menekankan bahwa penegakan hukum harus dijalankan secara objektif.

Penguatan Pre-Emtif, Preventif, dan Penertiban Balap Liar

Sejak awal operasi, edukasi dan pencegahan tetap menjadi inti. Kegiatan preemtif (Binluh) pada H11 mencapai 425.534 kegiatan, yang terdiri dari 149.520 sambang komunitas, 144.755 sosialisasi di sekolah/kampus, dan 131.073 kegiatan di perusahaan/pabrik.

Sementara itu, kegiatan preventif mencapai 2.726.631 kegiatan. Komponen paling dominan dalam stabilisasi arus lalu lintas adalah turjawali (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, Patroli) dengan total 1.676.242 kegiatan.

Pengawasan malam hari juga ditingkatkan untuk menangani isu spesifik yang menjadi concern Kakorlantas Polri. Data H11 mencatat 1.111 kegiatan penertiban balap liar dengan 2.794 kendaraan roda dua (R2) terjaring. Selain itu, kegiatan keselamatan bagi pejalan kaki mencapai 3.715 kegiatan, di antaranya meliputi pengamanan titik penyeberangan dan pengawasan zona sekolah.

Pada H11, data kecelakaan lalu lintas (laka lantas) masih menjadi perhatian serius. Tercatat 2.547 kejadian laka lantas, dengan korban meninggal dunia mencapai 283 orang, korban luka berat 428 orang, dan korban luka ringan 3.170 orang. Kakorlantas Polri meminta jajaran untuk memperbarui daftar 10 titik rawan laka dan segera melaksanakan langkah preventif serta rekayasa lalu lintas.

Irjen Agus mengajak masyarakat untuk terus mendukung penuh pelaksanaan Operasi Zebra 2025 dengan mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas dedikasi selama 11 hari pelaksanaan.

"Korlantas Polri berkomitmen menjaga profesionalitas, responsivitas dan kualitas pelayanan hingga akhir operasi," ujarnya.

(bar/rdp)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |