Dunia Terlalu Fokus ke Gaza, Israel Makin Merajalela di Tepi Barat

9 hours ago 3

loading...

Dunia terlalu fokus ke Gaza, Israel makin merajalela di Tepi Barat. Foto/X/@IlkhaAgency

GAZA - Israel akan memajukan dua rencana pemukiman ilegal besar untuk Yerusalem Timur yang diduduki. Aksi Zionis itu menurut para pejabat dan ahli Palestina akan menjadi pukulan terakhir bagi harapan akan negara Palestina yang berkesinambungan.

Pemerintah Yerusalem mengumumkan pada hari Minggu bahwa otoritas Israel akan membahas persetujuan pembangunan 9.000 unit pemukiman di reruntuhan bandara Qalandiya, yang juga dikenal sebagai Atarot, dan proyek terpisah di Sheikh Jarrah untuk memindahkan 40 keluarga.

Untuk memahami implikasi strategis dari langkah-langkah ini, Al Jazeera berbicara dengan Suhail Khalilieh, seorang analis politik dan ahli tentang pemukiman ilegal Israel.

Dunia Terlalu Fokus ke Gaza, Israel Makin Merajalela di Tepi Barat

1. Restu Trump untuk Israel Menganeksasi Tepi Barat

Rencana Atarot sempat ditangguhkan pada bulan Desember Proyek bandara yang semula direncanakan pada tahun 2025 kini kembali dibahas. Menurut Khalilieh, waktu pelaksanaannya terkait langsung dengan perubahan lanskap geopolitik setelah pertemuan baru-baru ini antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Pertemuan tersebut… berfungsi sebagai lampu hijau untuk perluasan pemukiman yang berkelanjutan,” kata Khalilieh kepada Al Jazeera.

“Posisi Amerika, yang memperlakukan Yerusalem sebagai wilayah di luar proses negosiasi apa pun… telah mendorong pendudukan untuk langsung melaksanakan proyek ini,” tambahnya, seraya mencatat bahwa kritik internasional telah direduksi menjadi sekadar “keberatan verbal tanpa efek jera”.

Baca Juga: Mungkinkah Kuba Menyerah karena Ancaman Trump?

2. Memecah Belah Rakyat Palestina

Proyek bandara bukan hanya tentang perumahan; ini adalah jalur strategis yang mencekik, kata Khalilieh.

Ia menjelaskan bahwa pemukiman Atarot adalah salah satu dari tiga poros utama yang dirancang untuk menyelesaikan visi “Yerusalem Raya”:

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |