Dirjen Bangda Kemendagri Ingatkan Jajarannya soal Pengelolaan Anggaran

2 hours ago 2

Jakarta -

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud mengajak jajarannya menerapkan pengelolaan anggaran by design yakni direncanakan, dilaksanakan, dan dikawal hingga tahap pertanggungjawaban. Langkah itu agar anggaran yang ada mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat langsung.

"Artinya pengelolaan anggaran ini merupakan momentum untuk mendorong pertumbuhan dan penggunaan anggaran yang bisa dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat melalui pemerintahan daerah," kata Restuardy dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

Hal tersebut diungkapkan olehnya saat acara Bangda Awards di Gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Bangda Kemendagri, Jakarta, Jumat (6/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada acara Bangda Awards, selain memberikan penghargaan atas pengelolaan anggaran, juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2026 oleh Dirjen, Sekretaris, dan para Direktur di lingkungan Ditjen Bina Bangda Kemendagri.

Restuardy menjelaskan, pada tahun 2026, anggaran Ditjen Bina Bangda Kemendagri mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2025 yakni sebesar Rp 459 miliar. Adapun realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 99,6 persen.

"Karena itu, saya berharap tahun 2026, minimal pencapaiannya 99,7," ujar Restuardy.

Terkait pengelolaan anggaran, Restuardy mengingatkan tentang arahan Presiden Prabowo mengenai pentingnya mewujudkan negara yang sejahtera. Dalam konsep tersebut, pemerintahan memegang peran utama dalam melindungi dan menjamin kesejahteraan sosial ekonomi warganya melalui penyediaan pendidikan, layanan kesehatan, asuransi sosial, dan jaminan hari tua.

"Sistem ini bertujuan menciptakan persamaan kesempatan, pemerataan pendapatan, dan keadilan," ungkap Restuardy.

Di sisi lain, Restuardy menyampaikan arahan Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian terkait pentingnya kompetensi dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, ASN perlu melaksanakan tugas yang diberikan secara profesional.

"Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua," kata Restuardy.

Menurut Restuardy, pada prinsipnya dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), bentuk-bentuk karakter terbagi menjadi dua yakni kompeten dan loyal. Kompeten berarti mampu mengerjakan tugas dengan baik. Sedangkan loyal berarti mampu melaksanakan apa yang menjadi tugasnya.

Dia menekankan kompetensi dapat dibangun melalui serangkaian pelatihan, seminar, dan sebagainya. Sementara itu, loyalitas dapat terbangun melalui motivasi yang diberikan. Menurutnya, idealnya aparatur yang baik adalah yang kompeten dan loyal.

"Inilah pekerjaan rumah masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya," tutupnya.

(prf/ega)

Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |