Dino Patti Djalal Sebut Prabowo Realistis soal Gabung Board of Peace

2 hours ago 5
Jakarta -

Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal mengungkap langkah Presiden Prabowo Subianto gabung ke Board of Peace atau Dewan Perdamaian merupakan pendekatan yang realistis. Ia mengakui bahwa Board of Peace saat ini menjadi satu-satunya upaya mewujudkan gencatan senjata di Gaza.

Hal itu diungkap Dino usai bertemu Prabowo bersama sejumlah eks Menlu dan Wamenlu di Istana, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Dino mengapresiasi pertemuan itu karena Prabowo sangat terbuka dengan semua pendapat dan masukan terkait risiko hingga skenario yang dihadapi Indonesia ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diskusi ini tidak ada batasannya, tidak ada dibilang kita tidak boleh nanya ini, tidak boleh nanya itu. Tapi sangat terbuka dan diskusi ini dua arah, jadi bukan satu arah," kata Dino.

"Dan waktu diskusi ini banyak dibahas mengenai risiko, banyak dibahas mengenai opsi, banyak dibahas mengenai ranjau, dan skenario-skenario yang bisa dihadapi Indonesia ke depan yang membahayakan juga. Nah, semua ini beliau tampung dan beliau respons," lanjutnya.

Dari pertemuan itu, Dino menilai sikap realistis Prabowo. Ia meyakini Board of Peace memang menjadi satu-satunya upaya gencatan senjata di Gaza.

"Presiden Prabowo itu, mempunyai pendekatan yang realistis. Realistis dalam arti apa? Sekarang ini memang satu-satunya opsi di atas meja adalah mengenai Board of Peace (BOP). Kan tidak ada opsi lain, dan faktanya adalah BOP ini yang menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan gencatan senjata, walaupun sampai sekarang masih dilanggar oleh Israel," ujarnya.

Meski begitu, Dino tetap mengingatkan kepada Prabowo bahwa Board of Peace merupakan eksperimen dan bukan menjadi 'obat' dari masalah yang ada.

"Saya melihat Beliau realistis mengenai hal itu. Beliau melihat ini ada risikonya. Tentu risiko terbesar adalah Israel, karena Israel mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap Trump, ya," ujarnya.

Dari situ, Prabowo lantas menjamin bahwa Indonesia bisa mengimbangi segala kemungkinan yang terjadi. Dino mengapresiasi sikap teguh Prabowo yang menyatakan akan keluar jika Board of Peace bertentangan dengan prinsip Indonesia, sekalipun negara lain tetap bertahan.

"Tapi yang saya paling suka, dan ini paling juga dengan posisi core policy luar negeri Indonesia, adalah bahwa kita masuk dengan hati-hati dan terus berpegang pada opsi untuk bisa keluar kalau ini bertentangan dengan prinsip kita dan kepentingan kita," ujarnya.

"Ini berkali-kali Beliau tekankan. Beliau tidak akan ragu, termasuk kalau yang lain tetap masuk. Nah ini yang saya tangkap sebagai suatu penekanan dan penegasan yang kami apresiasi," imbuh Dino.

Dino mengungkap bahwa Prabowo sepenuhnya menyadari adanya persepsi negatif yang beredar di publik terkait Board of Peace. Ia menilai hal itu menjadi tantangan serius karena banyak hal yang tidak bisa disampaikan ke publik.

"Beliau sangat terbuka itu, dan memang tantangan berat ini karena banyak sekali suara-suara dan banyak sekali hal-hal yang tidak bisa diungkapkan ke publik. Tapi tadi beliau ungkapkan secara terbuka, apa adanya, dan juga secara objektif," ujarnya.

Dino menekankan sikapnya yang mendukung Indonesia gabung Board of Peace namun dengan catatan harus memahami risiko-risiko yang ada.

"Untuk itu apa? Kita harus berpolitik, kita harus berdiplomasi, kita harus melobi, kita harus berdebat, dan kita harus pragmatis dan realistis. Itu yang saya tekankan, tadi kita sudah mendengar penjelasan presiden bahwa Indonesia harus pragmatis dan realistis," ujarnya.

(eva/isa)


Read Entire Article
Pembukuan | Seminar | Prestasi | |